Home Headline News Sang Juara akan Jadi Even Tahunan

Sang Juara akan Jadi Even Tahunan

0
Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Chandra Aprayadi didampingi Pemred Palembang Ekspres M Iqbal, memberikan pengarahan kepada peserta Sang Juara Ayo ke Museum di Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa, Kamis (7/11).

PALEMBANG.PE- Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Chandra Aprayadi mengatakan, lomba Sang Juara Ayo ke Museum tingkat SMA se Kota Palembang akan menjadi even tahunan. Bahkan, nantinya akan memperebutkan Piala Gubernur.

“Untuk lomba Sang Juara yang saat ini digelar di Museum Balaputra Dewa, merupakan lomba yang pertama. Nantinya akan jadi even tahunan. Kita buat untuk Piala Gubernur,” kata Chandra di depan ratusan peserta Sang Juara Ayo ke Museum dari SMA Negeri 2 Palembang dan SMA Negeri 18 Palembang di Museum Balaputra Dewa, Kamis (7/11).

Dikatakan dia, peserta yang menjadi juara, sekolahnya akan mendapat hadiah dari Museum Balaputra Dewa dan piala bergilir dari Gubernur berupa trofi.

“Tahun ini tahun permulaan, tahun percobaan. Mungkin tahun-tahun depan akan menjadi tahun-tahun menggembirakan bagi kita semua, baik untuk anak didik maupun gurunya,” ujarnya.

Museum, ia melanjutkan, bukanlah tempat yang menyeramkan dan bukan pula tempat menyimpan barang antik. Museum adalah tempat belajar paling murah dan indah bagi siswa.

“Setelah Perang Dunia Kedua, sekolah-sekolah yang ada di dunia luluhlantak. Kesepakatan dari para budayawan dan ahli, di masing-masing negara harus ada museum. Ini dimaksudkan agar bisa mengetahui sejarah,” tukasnya.

Terkait even Sang Juara, menurutnya, nanti diambil lima pemenang di tiap sekolah. Lalu pada babak grandfinal, para finalis ini akan diadu lagi.

“Di babak final ada hadiah yang kami siapkan. Lalu ada hadiah liburan. Jadi belajar sambil liburan,” ucapnya.

Materi pertanyaan, ia melanjutkan, merupakan pengetahuan umum, termasuk benda-benda koleksi museum.

“Siswa akan diajak keliling museum bersama pemandu selama setengah jam. Anak-anak harus mencatat apa yang dikatakan pemandu. Itulah soal-soal yang diberikan,” terangnya.

Di antara peserta ini akan terpilih lima terbaik untuk maju ke final mewakili sekolahnya. Jadi berjuanglah.

“Ini tinggal mengadu nasib. Tidak ada yang bodoh. Semua pintar,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga mengatakan aturan main lomba Sang Juara, bahwa peserta hanya menjawab benar atau salah. Jika jawaban dirasa benar, maka angkat papan bertanda conteng dengan tangan kanan. Apabila jawaban diyakini salah, angkat papan bertanda silang dengan tangan kiri. Jika jawabannya salah, peserta harus meninggalkan arena lomba. Sedangkan mereka yang menjawab benar meneruskan kompetisi hingga tersisa lima orang. Mereka inilah yang akan mewakili sekolahnya di babak final.

Baca Juga  Terjebak Soal Asian Games

“Insha Allah nanti kami minta Pak Gubernur Herman Deru langsung yang memberikan hadiah dan para duta narkoba, yakni anak-anak pelajar,” tukasnya.

Setelah mendengarkan pengarahan dari Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa, sebanyak 198 peserta Sang Juara Ayo ke Museum diajak berkeliling museum dengan dipandu pemandu.

Mereka menyambangi arena ameran Pesona Kain Tradisional Sumatera Selatan. Di sini siswa melihat dari dekat pakaian adat pengantin dari sejumlah daerah di Sumsel, seperti busana pengantin adat Ogan, Semendo, dan Musi Rawas.

Lalu beranjak menuju Galeri Melaka. Di tempat ini ada beberapa benda koleksi museum, seperti benda porselen dari Cina, permainan gasing, dan periuk tembikar.

Pindah ke ruang sebelahnya dijumpai benda-benda zaman prasejarah, yakni peralatan yang digunakan orang-orang zaman itu untuk mencari makanan, seperti kapak perimbas, kapak penetak, kapak perimbas tipe tapal kuda, kapak genggam, dan serut bergerigi. Semua peralatan ini terbuat dari batu yang gunanya untuk memotong dan menguliti. Berbagai arca zaman megalitikum, seperti arca batu gajah, arca orang menunggang kerbau, dan lainnya, serta artefak tempayan kubur.

Tak ketinggalan yang disambangi peserta Rumah Limas, yakni rumah tradisional Sumatera Selatan. Peserta mendapat kesempatan melihat kondisi di dalam rumah. Ada banyak perabotan zaman tempo dulu, seperti kursi dan tempat tidur, lampu-lampu, termasuk piano.

Lomba Sang Juara Ayo ke Museum tingkat SMA se Kota Palembang digelar Harian Palembang Ekspres bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa. Event ini berlangsung 5-30 November mendatang. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here