Home Headline News Sawah dan Rumah Warga Terendam Lumpur

Sawah dan Rumah Warga Terendam Lumpur

0
Rumah dan sawah warga arahan dipenuhi lumpur diduga dari perusahaan melakukan aktifitas penambangan batubara, Rabu (18/12). Foto : BERNAT/PALPRES.

LAHAT, PE – Hujan yang mengguyur Wilayah Kecamatan Merapi Timur dan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Selasa (17/12) malam menjadi petaka bagi warga di Desa Arahan, Merapi Timur. Pasalnya, sawah dan rumah milik warga setempat direndam lumpur.

Warga menduga, lumpur tersebut berasal dari aktifitas tambang batubara yang ada dihulu desa. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, setidak ada 10 rumah dan satu sawah milik warga terendam lumpur.

Hal tersebut juga seperti dikatakan Sulastri, warga Arahan. Menurutnya, seperempat hektar sawah miliknya kini terendam lumpur. Sawah rusak, sehingga rencana ia dan keluarga untuk menanam padi terancam gagal.

“Kenapa kita berani menduga dari tambang batubara, karena selama ini meski hujan deras tidak pernah ada lumpur. Kalaupun banjir itu cuma air. Banyak rumah warga yang terendam,” ungkapnya, Rabu (18/12).

Dirinya meminta jika lumpur tersebut dari tambang, pihak perusahaan bertanggungjawab atas lumpur tersebut, terlebih sudah merusak sawah dan masuk ke rumah rumah warga.

“Ya, katanya perangkat desa sama perusahaan yakni PT Golden Great Borneo dan PT Banjarsari Pribumi sedang mengecek asal limbah. Jika benar dari perusahaan, kita minta meraka tanggungjawab,” tegas Sulastri.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Arahan, As’ar Mustopa mengemukakan, ada 10 rumah yang melapor terendam lumpur dan satu bidang sawah. Laporan tersebut sudah dikroscek ke lapangan dan memang benar ada lumpur. Selain sudah merugikan lantaran sudah menganggu aktifitas warga, lumpur juga sudah mengotori rumah dan merusak alat elektronik warga. Bahkan, merendam warung Joni, akibatnya barang jualan seperti pupuk basah.

“Sejauh ini laporan yang ada rumah yang terendam banjir milik Suryadi. Yus, Fatir, Ashar, Warung Joni, Mess BSS, Rumah Milik Yanto, Hafis Dahlan dan Sawah milik Sulastri. Sejauh ini diduga dari dua perusahaan, tapi kini sedang dipastikan,” tutupnya.

Baca Juga  Kikim Selatan Butuh Tembok Penahan

Sementara, PT Golden Great Borneo, perusahaan yang diduga warga menjadi penyebab asal lumpur, kini sedang melakukan investigasi di lapangan.

“Saat ini lagi diinvestigasi ke lapangan oleh tim. Jika memang dari kita (Perusahaan PT GGB) akan segera diperbaiki supaya jangan tambah parah,” beber Kepala Region (Kareg) PT GGB, Erwin Mulyanto.

Senada, Humas PT Banjarsari Pribumi, Emil Zaman menuturkan, jika saat ini masih dalam proses pengecekan oleh tim teknis perusahaan, pengurus desa dan pemilik lahan, terkait sumber lumpur yang membanjiri rumah dan sawah warga.

“Saat ini tim sedang mengecek ke lapangan. Nanti kalau sudah akan kita sampaikan. Terima kasih sudah minta konfirmasi,” tukasnya. BRN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here