Home Palembang Sekda Berang, Puluhan Pegawai BPPD Palembang Akali Absensi

Sekda Berang, Puluhan Pegawai BPPD Palembang Akali Absensi

0

PALEMBANG, PE – Puluhan Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dan Non PNSD di lingkungan Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, terbukti memalsukan data absensi dengan modus pinjam jari teman.

Hal ini diketahui dari hasil laporan data absensi ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang pada evalusi 2019 lalu dan ditemukan hasil print out absensi yang digandakan, dan paling mencolok terjadi di BPPD yang sampai 60 orang PNSD dan non PNSD.

Mendapat laporan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs Ratu Dewa, M Si berang. Usai melaksanakan apel pagi, Sekda langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke BPPD, dan memberikan sanksi ke pegawai yang terbukti melakukan manipulasi. “Langsung kita berikan peringatan pertama (SP 1) bagi yang memanipulasi ini,” terangnya, Senin (13/1/2020).

Dewa menjelaskan, dari hasil temuan ini diketahui bahwa modus pegawai memanipulasi data absensi ini mulai dua sampai 6 kali, dan bahkan ada yang bisa titip absen, meski absensi sudah menggunakan sistem pinger print.

“Mereka mengakali absensi, jadi waktu absen pagi titip dengan teman, nanti absen lagi dan modus ini bisa dilakukan dengan menggunakan jari teman (pegawai lainnya) waktu diawal memasukan data ke operator,” jelasnya.

Dari beberapa alasan yang dikemukakan pegawai, diketahui bahwa titip absen ini dilakukan untuk menghindari telat absen, karena jika telat dari jadwal masuk 07.30 WIB, maka akan langsung dipotong. Ini juga tidak ada pengeculian, dan harus dipatuhi semua pegawai.

“Kita sudah tegaskan, tidak ada alasan untuk datang telat, bahkan dengan alasan ada tugas diluar kantor, karena ini dijadikan alasan oleh pegawai, padahal tidak benar. Kalau 07.30 datang absen, kalau ada dinas keluar kota juga jelas ada surat tugas yang diketahui atasan,” paparnya.

Apalagi, lanjut Dewa semua pegawai ini sudah diberikan Tunjangan kinerja (Tukin), bahkan untuk BPPD itu ada tambahan lagi dari hasil tagih (pajak), dan termasuk OPD yang masuk zona integritas, serta memiliki kewajiban memberikan kinerja maksimal, agar capaian pajak daerah dapat optimal.

“Hasil data ini, selain diberikan SP 1, kemudian direkomendasi ke BKPSDM untuk ditindak lanjut serta evalusi selama 1 bulan kedepan. Kalau masih mengulangi akan kita mutasi ke tempat yang jauh. Kalau pulang ke Sematang Borang, kita Mutasi ke Gandus, intinya biar jadi pelajaran. Sedangkan bagi non PNSD, kita putus kontrak di bulan berikutnya,” beber dia.

Ditegaskan Sekda, ini jadi peringatan bagi pegawai di OPD lainnya, karena pihaknya juga akan mengecek yang lain. “Kita masih minta data ke BKPSDM, data kedisplinan, mulai absensi, gotong royong, dan lainnya,” tegasnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here