Home Palembang Sekolah Gratis Hanya untuk Siswa Tak Mampu

Sekolah Gratis Hanya untuk Siswa Tak Mampu

0

PALEMBANG, PE – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Riza Fahlevi mempersilakan Komite Sekolah meminta sumbangan kepada orangtua siswa untuk merehab bangunan sekolah yang rusak. Ia juga meluruskan soal makna sekolah gratis.

“Silakan saja. Saya perlu luruskan soal sekolah gratis. Jangan artikan itu bahwa seluruh sekolah di Sumsel ini gratis. Kesannya penduduk kita ini banyak yang miskin, sehingga sekolah perlu digratiskan. Itu kan hanya untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ucapnya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2020).

Program sekolah gratis adalah hal yang utama bagi Disdik Sumsel. Namun ini hanya berlaku untuk siswa dari keluarga yang tidak mampu. Mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan, silakan saja membayar uang pembangunan untuk biaya rehab gedung atau untuk kebutuhan sekolah lainnya.

Ia mencontohkan sebuah kasus. Ada anak dari keluarga kaya yang tidak mau sekolah. Alasannya ruangan kelas yang tadinya ber-AC kemudian dimatikan, lantaran biaya sekolah digratiskan. Alhasil, sekolah tersebut tidak mampu membayar biaya listrik untuk AC.

“Ruangan kami panas, Pak. Alasan anak itu. Anak ini terbiasa berada di ruangan ber-AC, baik di rumahnya, maupun di sekolah. Apakah seperti ini mau dibiarkan?” ucapnya.

Menurut dia, melihat sebuah kasus tidak bisa pukul rata. Jangan hanya terfokus memperhatikan siswa yang orangtuanya tidak mampu membayar biaya sekolah. Pikirkan pula siswa dari kalangan keluarga berkecukupan, yang sanggup mengeluarkan uang lebih untuk biaya pendidikan putra-putrinya.

“Kembali ke bangunan fisik. Komite Sekolah tugasnya bukan hanya mengumpulkan dana dari orangtua siswa. Bisa pula cari tambahan dana dari sumber lain,” tukasnya.

Misalkan ada pengurus Komite Sekolah yang punya akses untuk minta dana CSR perusahaan. Silakan dan sah-sah saja dilakukan. “Makanya carilah pengurus komite sekolah yang piawai. Yang bisa memajukan sekolah. Bukan hanya berorientasi pada mengumpulkan uang dari para orangtua siswa,” tuturnya.

Menurutnya, Komite Sekolah itu tugasnya tidak hanya mengumpulkan dana untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Banyak tugasnya. Salah satunya berupaya meningkatkan mutu pendidikan. “Kalau memang ada pengurus yang punya akses ke perguruan tinggi, bisa melakukan pelatihan guru. Atau mungkin ada perusahaan mau bantu perbaiki sekolah, karena ada hubungan kedekatan dengan pengurus komite sekolah, silakan,” ucapnya.

Ia menegaskan, rehab fisik bangunan sekolah tidak terpaku pada dana dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Bisa dari Kementerian Pendidikan dan dinas pendidikan kota/kabupaten. Bisa dari masyarakat melalui Komite Sekolah. Atau dari perusahaan.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda ketika mengunjungi SMPN 9 Palembang pada Senin (6/1/2020), mengingatkan kepala sekolah untuk tidak memungut biaya apapun kepada orangtua siswa. “Sudah ada peraturannya dari Wali Kota bahwa tidak ada lagi pungutan. Karena pungli termasuk tindakan korupsi,” tegasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here