Home Pendidikan Sekolah Harus Bentuk Tim Khusus Penulisan dan Pengisian Blangko Ijazah

Sekolah Harus Bentuk Tim Khusus Penulisan dan Pengisian Blangko Ijazah

0
Sosialisai penulisan dan pembagian blangko ijazah oleh Disdik Muratara, Rabu (10/7).

MURATARA, PE- Untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan dan pengisian blangko ijazah milik siswa tahun ajaran 2018-2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar sosialisai penulisan dan pembagian blangko ijazah dari Kemendikbud RI, Rabu (10/7).

Bertempat di SMPN 1 Muara Rupit Kecamatan Rupit, sosialisasi penulisan ijazah yang dihadiri seluruh Kepala sekolah SD dan SMP Kabupaten Muratara. Tujuan sosialisasi itu untuk mengurangi kesalahan dalam penulisan blangko ijazah seperti nama siswa, huruf kapital dan lainnya, yang dapat menimbulkan masalah dikemudian hari bagi siswa tersebut.

Diungkapkan Kepala Disidik Muaratara Drs H Sukamto M,Pd diwakili Kabid Dikdas, Abdul Kadir S,Pd, selain penulisan ijazah, juga sekaligus disosialisasikan pendistribusian blangko ijazah dari Kemendikbud RI, serta cara pengembalian blangko ijazah yang berlebih yang harus disertai berita acara pengembalian.

Kenapa ada pengembalian blanko berlebih, lanjut dia, karena Daftar Nominasi Tetap (DNT), Data Calon Peserta Ujian yang terkirim terkadang belum tentu semuanya mengikuti ujian. Dikarenakan mungkin ada halangan dan sebagainnya. “Jadi bila ada hal seperti itu blangko yang didistribusikan dari Kemendikbud tetap harus diterima, dan bila sekolah ada data siswanya yang tidak ikut, blangko itu harus dikembalikan dengan disertai berita acaranya,” sambungnya.

Menurut Abdul Kadir, dalam penulisan blangko ijazah nantinya meskipun pihaknya telah mensosialisasikan cara penulisan itu, sekolah masing-masing wajib membentuk tim khusus penulisan ijazah yang tuganya untuk mengkoreksi data-data siswa, sehingga kesalahan sekicil apapun bisa cepat dikoreksi agar tidak menimbulkan masalah bagi siswa dikemudian hari.

“Terus untuk nomor ijazah semua harus sesuai dengan nomor nama siswa yang didaftarkan, dan perlu saya tekankan dalam pembagian ijazah nantinya pihak sekolah baik SD, SMP tidak boleh menahan ijazah siswa, meskipun siswa memiliki tugakan-tugakan apapun. Jadi rundingkan saja segalanya dengan cara-cara lain, asal jagan menahan ijazah,” tegasnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here