Home Ekonomi Sektor Pariwisata Dongkrak Ekonomi Sumsel

Sektor Pariwisata Dongkrak Ekonomi Sumsel

0
Mantan Kepala Perwakilan BI Sumsel yang kini menjabat Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari memaparkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel dalam Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia kepada Stakeholders di Lynne Café dan Resto, Senin (13/1). Foto : Sri Devi Palpres

PALEMBANG, PE – Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 2019 dinilai melebihi rata-rata nasional. Perwakilan Bank Indonesia Sumsel mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ke III naik hingga 5,67 persen, kenaikan ini melebihi rata-rata nasional. Salah satu, pendongkrak ekonomi Sumsel didukung oleh sektor pariwisata.

“Alhamdulillah kenaikan ekonomi di atas rata-rata nasional, sementara tingkat inflasi masih terjaga di angka 2,06 persen hingga akhir Desember,” sebut mantan Kepala Perwakilan BI Sumsel yang kini menjabat Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari saat memberikan keterangan pers dalam Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia kepada Stakeholders di Lynne Café dan Resto, Senin (13/1).

Dia menjelaskan, kenaikan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata. Saat ini, BI Perwakilan Sumsel sudah melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM seperti Kampung Al-Munawar, Tuan Kentang, Kampung Kapitan, dan Rumah Kopi Sumsel.

“Kita melihat konsumsi kopi sudah menjadi style bagi warga Sumsel. Dengan potensi itu, kami mencoba melakukan pembinaan kepada pengusaha kopi yang ada di daerah terutama Muara Enim dengan klaster kopi semendo. Untuk itulah, kami menginisiasi pembangunan Rumah Kopi Sumsel sebagai sarana mengenalkan kopi kualitas premium,” jelasnya.

Di bidang lain, pertumbuhan juga disebabkan pengembangan ekonomi syariah melakukan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf. Tak hanya itu, Bank Indonesia sudah melaksanakan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha yang dikelola oleh santri.

“Seperti di Pesantren Muqimus Sunnah Palembang sudah melakukan usaha air minum isi ulang, kemudian Pesantren Nurul Huda di OKU Selatan yang sudah melakukan usaha peternakan ayam,” sebutnya.

Meski demikian, dia mengaku ada beberapa potensi yang belum bisa digarap secara optimal seperti wisata Sungai Musi. Menurut Yunita, pengembangan wisata Sungai Musi di Kota Palembang sangat berpotensi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Mengingat Sungai Musi di Kota Palembang merupakan pintu gerbang Sumatera Selatan.

“Untuk itulah Bank Indonesia bekerjasama dengan Dinas Parawisata Sumsel dan Dinas Parawisata kota Palembang telah menyusun desain pengembangan Sungai Musi,”akunya.

Sementara itu, Perwakilan Generasi Bank Indonesia (genBI) Sumsel Irfan Raditya Alfurqon mengaku sangat bersyukur atas dorongan dan dukungan yang diberikan BI Perwakilan Sumsel dalam membina UMKM.

“Dengan pembinaan itulah, kami bisa menangkap peluang dan kesempatan yang ada sehingga UMKM terus tumbuh,” ujarnya. DVI

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here