Home Nasional Sesuai Syariah, Superqurban Solusi Ketahanan Pangan Indonesia dan Dunia

Sesuai Syariah, Superqurban Solusi Ketahanan Pangan Indonesia dan Dunia

0
CEO Rumah Zakat Nur Effendi didampingi Prof.Dr. KH Hasanudin AF. M.A, Ketua Komisi Fatwa MUI saat menerima sertifikat dari MURI untuk program Superqurban sebagai pengolah dan pengemas pertama daging qurban (kornet dan rendang), sesuai syariah, inovatif, memberdayakan, praktis, distribusi terstruktur sepanjang tahun, menjangkau pelosok dan sarat manfaat

Rumah Zakat Raih Rekor MURI

JAKARTA.PE- Superqurban adalah program optimalisasi qurban, dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang. Proses tersebut dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi, yakni hewan qurban dipilih yang sudah sesuai umur, sehat, dan tidak ada cacat berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan dan pemotongannya dilakukan di Hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik.

“Superqurban ini sesuai hadist yang disampaikan oleh Aisyah, bahwa dahulu mereka biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (qurban) sehingga mereka bawa ke Madinah. Kemudian Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari,” (HR. Bukhari-Muslim).” ungkap Nur Effendi, CEO Rumah Zakat, dalam press conference yang laksanakan hari ini (10/07) di Jakarta

Diproses dengan menggunakan tehnologi tinggi, Superqurban bisa tahan hingga tiga tahun. Hal ini yang membuat Superqurban bisa dinikmati sepanjang tahun oleh masyarakat pelosok Indonesia, bahkan Dunia.

Sebagai negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, lanjut dia, Indonesia harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana serta potensi kerawanan pangan yang bersifat transien sebagai dampak bencana. Melalui program Superqurban, menurut Nur Efendi, Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang terkena bencana tersebut.

“Selama 2018, Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat. Sedangkan dari Januari hingga Juni 2019, Rumah Zakat telah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat. Dengan jumlah terbanyak disalurkan di desa dan pelosok, kemudian terbanyak kedua untuk wilayah bencana. Sementara itu di Idul Adha tahun 2019 ini Rumah Zakat menargetkan 15.000 pequrban dengan satu juta paket Superqurban untuk di distribusikan,’’ papar Nur Effendi.

Menurut Nur, dengan gizi seimbang, masyarakat desa akan memiliki energi lebih produktif, maju, dan berdaya. Demikian juga dengan masyarakat terdampak bencana. “Dalam kondisi serba terbatas karena bencana asupan pangan sumber protein sangat dibutuhkan. Terutama sebagai sumber energi bagi mereka. Disinilah Superqurban berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Nur.

Nur menambahkan, solusi pemenuhan pangan tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat yang ada di Indonesia, tapi juga bagi para pengungsi di empat negara yang mengalami bencana perang maupun kelaparan seperti Palestina, Suriah, Myanmar, dan Bangladesh. Selama tahun 2018 – 2019, Superqurban tersalurkan bagi ribuan pengungsi tersebut.

“Karena praktis saat disalurkan dan tahan lama, Superqurban menjadi paket andalan dalam penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di luar Indonesia. Dengan demikian kami berharap Superqurban benar-benar bisa menjadi solusi ketahanan pangan bagi Indonesia dan Dunia,” ungkap Nur.

Sementara itu Superqurban yang digulirkan sejak tahun 2000 merupakan inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah qurban, dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi Kornet dan Rendang.

Produk Superqurban dapat didistribusikan sepanjang tahun serta mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging qurban sampai ke daerah-daerah pelosok dan terdepan di Nusantara hingga dunia, selain itu Superqurban juga dinilai sebagai program yang inovatif.

Sebagai lembaga yang pertamakali melakukan inovasi mengolah daging qurban, Rumah Zakat mendapatkan penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pengolah dan Pengemas Daging qurban Pertama di Indonesia. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here