Home Pendidikan SIMAK! Ini Empat Karakter Alumni Versi IKA Polsri

SIMAK! Ini Empat Karakter Alumni Versi IKA Polsri

0
Ketua Umum IKA Polsri DR H Syarif Fasha ME menerima bendera yang diserahkan oleh Direktur Polsri DR Ing Ahmad Taqwa MT disela pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya (IKA Polsri) periode 2019-2024 di Ballroom Hotel Aryaduta, Senin (16/3) malam. Foto : Sri Devi Palpres

PALEMBANG, PE – Pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di dunia industri.

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) misalnya, bagi alumni jebolan kampus terbaik dengan peringkat ke 12 versi Kemenristek Dikti 2019, ada empat karakter yang dirasakan saat bergelut di dunia industri.

“Dengan tantangan dalam bekerja di pelosok daerah, saya diuntungkan dengan mental yang kuat setelah dididik di Polsri. Sebab, Polsri mendidik mahasiswanya dengan semi militer,” terang Ketua Umum IKA Polsri DR H Syarif Fasha ME usai membacakan petikan pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya (IKA Polsri) periode 2019-2024 di Ballroom Hotel Aryaduta, Senin (16/3) malam.

Selain itu, Polsri mendidik mahasiswa untuk bertanggung jawab. Hal ini dilihat saat praktek dalam kegiatan workshop yang mengharuskan seluruh peralatan mesin harus dalam kondisi yang baik.

“Kemudian kejujuran dan terakhir displin. Meski selama kuliah terasa ada tekanan, namun ilmu itu sangat bermanfaat saat bekerja,” terang pria yang kini menjabat sebagai Wali Kota Jambi dua periode ini.

Dengan ilmu vokasi itulah, alumni Polsri sangat berpotensi menjadi tenaga inti dalam sebuah perusahaan. Sebab, tidak semua sarjana dengan kompetensi strata satu mampu dalam bidang tersebut.

“Seperti saya yang fokus dalam bidang konstruksi, ilmu itu tidak semua bisa dilakukan oleh sarjana lain,” jelasnya.

Dengan bekal itulah, pria yang kini akan berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi mendapat gaji yang cukup fantastis. Pada tahun 1998, dia sudah menerima gaji Rp25 juta/bulan dan pada periode 2000-2008, dia berhasil memiliki penghasilan hingga Rp2 miliar/bulan.

“Dulu saya tidak pernah bermimpi untuk mendapat penghasilan sebesar itu. Waktu kuliah, saya hanya bermimpi memakai baju PDH, sepatu lapangan dan kerjanya mengawasi orang. Namun kini saya memiliki ratusan mobil dan alat berat. Dengan modal itulah, kemudian saya mencoba untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Jambi. Hingga akhirnya saya berkecimpung di dunia politik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Polsri DR Ing Ahmad Taqwa MT mengaku bahagia alumni Polsri sudah berhasil ikut berpartisipasi membangun daerah.

“Polsri berdiri sejak tahun 1982. Saat ini sudah beberapa kampus kita yang tersebar di sejumlah daerah seperti kampus di Banyuasin dengan luas 10 ha dan fokus pada kearifan lokal seperti pertanian, perikanan dan lainnya,” sebutnya.

Selain itu, Polsri juga sudah menyiapkan hutan produksi seluas 600 ha, saat ini sdh diakomodir 10 persen dan luas lahan tersebut.

“Di Kabupaten Siak, kita ada lahan 7 ha yang kini dimanfaatkan untuk perkuliahan. Kemudian di Kabupaten OKU juga ada 6 ha dan akan ditambah 10 ha lagi. Di sana fokus pada teknik sipil dan akuntansi. Dengan potensi inilah, harus ada bentuk kerjasama antara kampus dan IKA Polsri sehingga bisa menciptakan alumni yang semakin banyak dalam membangun daerah,” harapnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here