Home Headline News SMA Unggulan Bisa Pungut Biaya, Begini Ceritanya

SMA Unggulan Bisa Pungut Biaya, Begini Ceritanya

0

PALEMBANG, PE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mulai membuat klaster Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas (SMA) berstatus negeri.

Setidaknya ada tiga klaster yakni sekolah unggulan provinsi, sekolah unggulan kabupaten/kota dan sekolah reguler. Khusus sekolah unggulan diizinkan memungut biaya bulanan dengan batas maksimal Rp1juta/ bulan.

“Untuk sekolah unggulan provinsi sudah kita jalankan beberapa waktu lalu, yakni SMAN Sumatera Selatan, SMAN 1 Palembang dan SMA Plus Negeri 17 Palembang,” kata Kepala Disdik Sumsel Drs H Widodo MPd, Rabu (24/4).

Selanjutnya, proses PPDB SMA unggulan kab/kota diperkirakan akan dimulai pada awal bulan Mei. Setidaknya ada 27 SMA yang digolongkan sebagai sekolah unggulan kab/kota. Penggolongan sekolah unggulan kab/kota berdasarkan pemenuhan 8 standar nasional pendidikan (SNP), implementasi pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan serta sekolah memiliki keunggulan dan prestasi.

“Sekolah unggulan kab/kota tidak menggunakan zonasi, seluruh calon siswa bisa mendaftar dan mengikuti tes akademik dan wawancara. Calon siswa juga bisa memilih jalur prestasi dan mutasi orang tua,” jelas Widodo.

Masih kata Widodo, sekolah unggulan kab/kota melakukan proses PPDB secara mandiri. Tak hanya itu, sekolah juga diizinkan memungut biaya pendidikan sebesar Rp1 juta/bulan untuk memenuhi proses kegiatan belajar mengajar.

“Kelompok sekolah unggulan kab/kota melakukan kegiatan secara mandiri. Sekolah bisa memungut biaya dengan batas maksimal Rp1 juta/bulan. Meski begitu, sekolah juga harus menyiapkan kuota 20 persen untuk siswa prasejahtera berprestasi. Hal ini dilakukan ada keunggulan dari sisi mutu dan prosesnya. Khusus SMAN Sumsel tetap gratis karena diperuntukkan bagi siswa dari kalangan prasejahtera yang berprestasi,” jelasnya.

Selanjutnya, proses PPDB sekolah reguler akan dilakukan pada minggu kedua bulan Juni 2019. Dalam sekolah reguler, calon siswa diatur dalam zonasi. Alat ukur zonasi dilakukan provider dengan melihat jarak sekolah menuju rumah calon siswa.

“Sekolah reguler hanya diperbolehkan melakukan sumbangan yang ditetapkan komite sekolah dan bersifat insidental. Hal ini dikarenakan Gubernur Sumsel tetap melanjutkan dan memperbaiki Program Sekolah Gratis (PSG). Untuk itulah, di luar sekolah unggulan provinsi dan kab/kota adalah sekolah gratis,” tegasnya. RIS

 

27 SMA Negeri Unggulan Kabupaten/Kota di Sumsel
Palembang: SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 8
Pagaralam: SMAN 1, SMAN 4
Prabumulih: SMAN 1
Pali: SMAN 2 Talang Ubi
OKU Timur: SMAN 1 Belitang, SMAN 3 Martapura, SMAN Semendawai Suku III, SMAN 1 Belitang III.
OKU: SMAN 4 OKU
OKI: SMAN 1 Kayuagung, SMAN 3 Kayuagung
OI: SMAN 1 Indralaya Utara
Musi Rawas: SMAN 1 Megang Sakti, SMAN 2 Muara Beliti
Muba: SMAN 2 Sekayu
Muara Enim: SMAN 1 Muaraenim, SMAN 2 Muaraenim
Lahat: SMAN 4 Lahat
Empat Lawang: SMAN 1
Banyuasin: SMAN 2 Banyuasin
Sumber : Dinas Pendidikan Sumatera Selatan

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here