Home Palembang SMPN 1 Muara Enim Wakili Sumsel di LCC Permuseuman Tingkat Nasional

SMPN 1 Muara Enim Wakili Sumsel di LCC Permuseuman Tingkat Nasional

0
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal menyerahkan tropi dan hadiah uang tunai kepada Juara I LCC Permuseuman dari SMPN 1 Muara Enim.

PALEMBANG, PE – Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bidang Permuseuman yang digelar Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa berlangsung sukses. Setelah tim-tim utusan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Sumsel beradu cerdas sejak babak penyisihan, SMP Negeri 1 Muara Enim akhirnya berhasil menjuarai lomba tersebut.

Alhasil tiga siswa asal Bumi Serasan Sekundang ini pun nantinya akan menjadi perwakilan Sumsel untuk berlaga di tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta, Oktober mendatang.

Tak hanya itu, SMPN 1 Muara Enim pun mendapat tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 6,5juta. Selanjutnya Juara Kedua direbut SMPN 55 Palembang Rp 5,5 juta serta Juara Ketiga diduduki tm dari SMPN 54 Palembang dan berhak membawa uang sebesar Rp 3,5 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal SP MSc mengatakan, kegiatan LCC merupakan upaya dalam menanamkan rasa cinta museum kepada generasi muda. Untuk itulah, pihaknya akan menjadikan kegiatani ini sebagai even tahunan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap pentingnya pendidikan museum agar mereka paham dengan jati diri budaya bangsanya. Dengan belajar museum akan lebih peduli dengan nilai yang terkandung dalam setiap koleksi museum,” ujarnya.

SMPN 1 Muara Enim Wakili Sumsel di LCC Permuseuman Tingkat Nasional 1
Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi menyerahkan tropi dan hadiah uang tunai kepada para juara harapan LCC Permuseuman.

Sebelumnya, Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi, SH menjelaskan, LCC dilakukan untuk membangkitkan minat siswa dalam mengunjungi museum serta menumbuhkan daya apresiasi siswa terhadap kebudayaan Indonesia. Dengan begitu bisa dijadikan upaya dalam melestarikan kebudayaan bangsa.

“Kita juga berharap agar siswa bisa kenal dengan tokoh pahlawan serta bisa meneladani sikap dan patrotismenya. Untuk itulah, peserta LCC bisa terbangun generasi yang berkarakter dan berwawasan budaya,” harap Chandra.

Lebih jauh dia menjelaskan, proses penseleksian LCC dilakukan dengan sistem gugur. Tahap awal, peserta akan beradu pengetahuan permuseuman agar mampu masuk dalam sembilan besar atau semi final. Pada babak semi final, peserta akan dikerucut lagi menjadi tiga besar dan akan kembai diadu untuk menentukan juara.

Masih kata Chandra, materi LCC dibagi menjadi tiga yakni sejarah kebudayaan Indonesia (30%), sejarah perjuangan bangsa (30%) dan permuseuman (40%). Sebelum masuk tahap penseleksian, para peserta awalnya diajak keliling ke sejumlah ruangan yang menyimpan sejumlah peninggalan sejarah.

Alhamdulillah, peserta berasal dari berbagai daerah mulai dari Palembang, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Muara Enim, Prabumulih dan Banyuasin,” pungkasnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here