Home Sumsel Soal Kerusakan Jalan Akibat Truk Batubara, Ini Tanggapan Tokoh Pemekaran Muratara

Soal Kerusakan Jalan Akibat Truk Batubara, Ini Tanggapan Tokoh Pemekaran Muratara

0
Muhamad Ibrahim

MURATARA, PE- Rusaknya jalan poros Kecamatan Rawas Ilir menju Simpang Nibung Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang dituding akibat aktifitas truk pengangkut Batubara milik PT Tri Ariyani, ditanggapi oleh Tokoh Pemekaran Kabupaten Muratara, Muhamad Ibrahim. Menurut dia, hal itu diakui hanya pengkambinghitaman saja.

Dikatakan salah satu pemilik truk yang menjadi sub pengangkut batubara milik PT Tri Ariyani ini, tudingan kerusakan jalan hingga keluarnya surat rekomundasi DPRD Muratara kepada Bupati Muratara yang berbuntut dengan dilakukannya penahanaan 24 truk kendaraan pengangkut batubara oleh Pemerintah Kecamatan Nibung, semua merupakan tuduhan yang tidak beralasan.

“Yang seharusnya diketahui sebenarnya PT Tri Ariyani adalah perusahaan penambang, sementara truk pengangkut batubara tersebut milik masyarakat sebagai pengangkut atau pengesub ke perusahaan tersebut, ” jelasnya, Rabu (13/3).

Truk masyarakat itu, jelasnya, baru beroperasi sekitar 3 minggu yang lalu dengan rata-rata bermuatan sekitar 7-8 ton permobil dengan rute pengangkutan batubara dari tambang hingga ke jalan Simpang Nibung wilayah Jambi, untuk dipindahkan ke mobil yang lebih besar menuju Provinsi Sumatra Barat.

“Inilah yang menjadi permasalahan, hingga sekarang keluarnya surat rekomendasi bahwa kerusakan tersebut karena truk pengangkut batubara milik PT Tri Ariyani. Sedangkan kondisi kerusakan jalan sudah lama rusak, sebelum dilalui oleh kendaraan masyarakat pengangkut batubara. Jadi hal ini dibuat seolah-olah PT Tri Aryani yang disalahkan,” ungkapanya

Ditambahkannya, yang harus juga diketahui walaupun baru 3 pekan menggunakan jalan tersebut, demi kepentingan pengangkutan dan juga masyarakat sekitar jalan telah diperbaiki PT Tri Ariyani sejak 1 pekan lalu dengan acara penggusuran dan pengerasan. Tetapi karena banyaknya perusahaan yang beroperasi, menyebabkan kondisi rusak lagi.

Bahkan jalan poros tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilalui oleh truk angkutan batubara saja. tetapi justru ada mobil angkutan yang kapasitas lebih bersar hingga mencapai puluhan ton. “Seperti mobil buah kelapa sawit dan CPO yang menggunakan mobil fuso sampai bermuatan 30 ton,’’ ungkapnya.

Terkait hal itu, dirinya berharap agar kendaraan angkutan batubara oleh masyarakat masih dapat mengangkut. Karena tidak benar, bahwa PT Tri Ariyani menjadi pihaknya yang seolah-olah yang merusak jalan. “Dan PT Tri Ariyani juga akan siap terus memperbaiki dan merawat jalan tersebut, dengan menyediakan alat berat ” paparnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here