Home Headline News Sudah Diperingatkan, Tapi Tetap Bandel, Tambal Ban Akhirnya ‘Digaruk’

Sudah Diperingatkan, Tapi Tetap Bandel, Tambal Ban Akhirnya ‘Digaruk’

0
Petugas Sat Pol PP Kota Palembang saat membongkar peralatan tambal ban di Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring, karena dinilai berada di jalur hijau.

PALEMBANG, PE – Meski sudah diberi peringatan berulang kali, namun sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring ini masih membandel. Akibatnya, gerobak tampal ban terjaring razia dan berhasil diangkut.

Kasi Operasional Pol PP Kota Palembang, Heri Andriadi mengatakan, penertiban ini dalam rangka menyambut Motocross Grand prix (MXGP) yang akan digelar pada 5-7 Juli mendatang. Bersamaan ini, pihaknya bersama pihak kepolisian melakukan penertiban rutin.

Dikatakannya, razia pertama di Pasar 10 Ulu. Karena, kata Heri, masih banyaknya PKL yang berjualan di depan pasar sehingga menyebabkan ruas jalan macet. “Kita perintahkan masuk ke dan mengisi lapak yang ada di dalam, karena selama ini memang para PKL berjualan sampai ke badan jalan,” ujarnya, Rabu (2/7).

Selain di Pasar 10 Ulu, pihaknya juga menyisir sepanjang jalur hijau yakni di Jalan Gubernur H Bastari yang terjaring pedagang manisan, tambal ban dan mainan. Pihaknya juga sudah memberikan peringatan, agar tidak berjualan di trotoar hingga ke badan jalan. “Untuk tambal ban ini bandel, karena sudah berulang kali ditertibkan, tetapi masih saja melanggar. Karena posisi tambal ban di persimpangan dan lebih mencolok,” bebernya.

Sesuai dengan Perda No 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Ketertiban, kata dia, penertiban ini harus dilakukan rutin dan sepanjang jalur hijau karena dan PKL tidak diperbolehkan untuk menggelar dagangan. “Kita bersama tim sebanyak 50 personel menyisir jalur hijau, dengan harapan PKL tertib mengikuti peraturan,” tegasnya.

Sementara itu Adi, pemilik tambal mengaku belum ada pemberitahuan sebelumnya. “Belum ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Adi yang mengaku sudah tiga tahun usaha tambal ban ini.

Diakuinya, ia bersama istrinya tidak ada pekerjaan lain, selain tambal ban. “Kami tidak ada pencaharian lain selain tambal ban ini. Kalau begini harus kerja apa, semuanya salah,” katanya dengan nada kesal. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here