Home Headline News Sulit Nian Dapatkan Air Bersih, Warga di Sini Diminta Rp30 Juta Pasang...

Sulit Nian Dapatkan Air Bersih, Warga di Sini Diminta Rp30 Juta Pasang Pipa Induk PDAM

0
Salah seorang warga RT 27 Lebung Gajah, Sematang Borang menunjukkan air sumur yang keruh dan asam yang sehari-hari mereka gunakan utk kebutuhan sehari-hari.

PALEMBANG,PE – Warga Lebung Gajah, RT 27, Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang terpaksa mengandalkan air sumur untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya hingga saat ini pengajuan pemasangan baru saluran air belum ditindaklanjuti oleh PDAM Unit Kalidoni.

Thamrin, salah satu warga mengaku, pengajuan pemasangan saluran air PDAM sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu, hanya saja hingga kini, tidak ada tindak lanjut dari pihak PDAM untuk melakukan pemasangan tanpa ada alasan yang jelas.

“Terakhir kami mengajukan pada Juli lalu, kami diminta untuk membeli pipa induk seharga Rp30 juta, belum termasuk biaya pemasangan meteran air, jelas ini memberatkan kami selaku warga, karena ditempat lain, justru pemasangan tidak dikenakan biaya,” ungkap Thamrin.

Dia bersama warga lainnya juga telah melakukan upaya dengan mendatangi kantor PDAM unit Kalidoni untuk meminta kejelasan terkait masalah ini, namun mereka hanya bertemu dengan stafnya sementara Kepala PDAM Kalidoni sedang tidak berada di tempat.

“Pernah di tahun 2017 dilakukan survei di tempat kami ini dari PDAM cabang Sako, setelah dilakukan survei pihak PDAM tidak bisa melakukan pemasangan pipa saluran air, karena katanya kawasan kami zona merah, dan sengketa. Ini kan jadi tanda tanya, sejak kapan PDAM mengurusi soal tanah, kami juga tinggal di sini punya sertifikat rumah,” tanya Thamrin heran.

Sementara Nedi, warga lain juga mengeluhkan ketidakjelasan dari pihak PDAM untuk melakukan pemasangan saluran air di daerah tempat tinggalnya. Apalagi dari 56 KK di RT 27 tersebut, sebagian di antaranya sudah terpasang saluran air.

“Kami masyarakat jadi resah, di kiri kanan rumah kita sudah ada ledeng sementara kita belum, apalagi masih di dalam kota, sementara yang di daerah pinggiran kota saja bisa menikmati air bersih,” keluhnya.

Pihaknya hanya menginginkan transparansi dari pihak PDAM terkait biaya pemasangan pipa induk yang dinilai cukup memberatkan. “Yang kami inginkan transparansi dengan nilai sebesar itu dasarnya apa? Karena setahu kami PDAM itu bukan bisnis tapi pelayanan harusnya tidak melihat kepentingan di situ, ya kami bersedia jika harus dibebankan biaya, tapi kalau bisa tidak terlalu berat,” harapnya. BET

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here