Home Sejarah “Sumatera Selatan Itu Daerah Berimba Raya yang Bukan Hanya Dihuni Gajah dan...

“Sumatera Selatan Itu Daerah Berimba Raya yang Bukan Hanya Dihuni Gajah dan Harimau Saja”

0
Panglima Tentera dan Territorium II Sumatera Selatan (kini menjadi Kodam II Sriwijaya), Kolonel Bambang Utoyo
“Sumatera Selatan Itu Daerah Berimba Raya yang Bukan Hanya Dihuni Gajah dan Harimau Saja” 1
Dudi Oskandar

Oleh Dudi Oskandar
Jurnalis dan Pemerhati Sejarah

DALAM sebuah penerbitan buku berjudul Provinsi Sumatera Selatan yang diterbitkan Kementrian Penerangan tanggal 17 Agustus 1954, Panglima Tentera dan Territorium II Sumatera Selatan (atau kini menjadi Kodam II Sriwijaya), Kolonel Bambang Utoyo, memberikan kata sambutannya.

Dalam sambutannya, ayah dari mantan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Wasista Bambang Utoyo (alm) ini mengaku sangat mencintai Provinsi Sumatera Selatan, yang beribu kota di Palembang.

“Kebanyakan orang mengetahui dari peta saja atau dengar dan baca bahwa Sumatera Selatan itu adalah daerah di Sumatera yang luas berimba raya, yang dihuni oleh gajah dan harimau saja,” tulis Bambang.

Bambang juga menjelaskan, perkenalan Sumatera Selatan ini amat penting dan sangat diperlukan untuk kemajuan dan pembangunan Sumatera Selatan.

Menurutnya, sedikit sekali daerah ini dikenal dan kebanyakan orang kurang, bahkan tidak mempunyai gambaran terhadapnya, baik mengenai isinya, dus kekayaannya maupun keadannya .

“Apalagi tentang perjuangan rakyatnya yang mati-matian tak mau ketinggalan dan kalah hebat atau keberaniannya dengan teman-temannya di lain daerah, dalam mempertahankan dan memelihara kemerdekaan,” kata Bambang.

Ditambah pula menurut, Bambang karena Sumatera Selatan ini daerah yang aman dan tentram.

“Dengan terbitnya buku ini mudah-mudahan saja Sumatera Selatan akan dikenal umum akan arti kepentingannya, dan dapat memberikan sumbangan pengisi dan pembangunan negara dan menghilangkan anggapan keramahtamahan umum terhadap sebagian daerah dari tanah air kita,” tutup Bambang.

Kini habitat hutan harapan seluas 98 ribu hektar di Sumsel dan Jambi saat ini mulai terdeforestasi. Penyebabnya salah satunya aksi ilegal logging serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2015 lalu.

Akibatnya, habitat harimau dan gajah dan hewan lain yang berada di dalam hutan harapan pun terancam terusir.

Direktur Operasional PT Reki Adam Azis mengatakan, saat ini dari total luasan hutan harapan yakni 98.555 hektar yang sudah deforestasi yakni sebanyak 20 ribu hektar.

Dengan rincian 2 ribu hektar di wilayah Sumsel, sedangkan 18 ribu hektar di wilayah Jambi. Terdeforestasi ini akibat terjadinya pembalakan liar atau illegal logging serta karhutla.

Illegal logging ini terjadi karena ulah manusia, dikarenakan adanya akses jalan. Hal ini terlihat di wilayah Jambi. Sedangkan di Sumsel hanya melalui akses sungai, sehingga pembalakan liar pun tidak terlalu banyak. Belum lagi rencana pembangunan jalan khusus batubara, juga mengancam keberadaan hewan tersebut.

Penyelamatan harimau dan gajah ini bisa dimulai dari upaya-upaya secara terintegrasi: pemulihan habitat, penataan ruang yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan, penanganan konflik dengan masyarakat, hingga kampanye dan upaya penegakan hukum yang efektif sehingga gajah dan harimau bisa di selamatkan… mungkinkah? RIL

Sumber:
1. http://tfcasumatera.org/menyelamatkan-harimau-sumatra-dimulai-dari-mana-catatan-untuk-hari-harimau-internasional/
2. https://www.jawapos.com/jpg-today/19/03/2019/deforestasi-hutan-harapan-mengancam-habitat-harimau-dan-gajah

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here