Home Ekonomi Sumsel Kini Punya Bank Wakaf Mikro

Sumsel Kini Punya Bank Wakaf Mikro

0
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, saat memberikan keterangan kepada pers.

Jadi Percontohan di Indonesia

Palembang, PE- Provinsi Sumatera Selatan mendahului provinsi lain dalam meluncurkan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Indonesia. Hal ini tak terlepas dari dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memiliki eksistensi yang cukup dikenal oleh masyarakat. Selain itu, diresmikan pula lima BWM yang jadi model di Indonesia.

Demikian dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menghadiri pelantikan dan serah terima jabatan Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, serta pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, sekaligus pencanangan pendirian BWM di Hotel Novotel, Kamis, (6/2/2020).

“Saya berharap ini bukan hanya wacana. Tetapi dilaksanakan dengan konkret. Saya sangat tertarik ketika Bank Wakaf Mikro saat itu baru pertama kali diresmikan oleh Pak Presiden. Maka saat itu saya beranikan diri menyatakan bahwa Sumsel adalah provinsi, yang menyambut baik adanya imbauan pusat, untuk mensejahterakan masyarakat dengan cara yang konkrit,” tuturnya.

HD berharap, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel yang baru, Untung Nugroho, agar mengambil langkah yang sama seperti pejabat sebelumnya, Panca Hadi Suryatno. Serta tetap menjaga kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Indonesia, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di Sumsel dan mempertahankan inflasi tetap rendah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Gubernur Sumsel yang telah menginisiasi terbentuknya Bank Wakaf Mikro (BWM).

“Baru kali ini ada gubernur yang menginisiasi BWM dengan target 5 BWM, tetapi kami nilai jumlahnya kurang, bisa didorong hingga 10 BWM untuk Sumsel,” katanya.

Wimboh mengatakan, Sumsel sudah mengawali tahun 2020 dengan meresmikan satu dari 5 BWM, yang diinisiasi Pemprov, yakni BWM Aulia Cendekia.

Menurut dia, BWM tersebut merupakan yang pertama berdiri di 5 provinsi yang ada di Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), yang meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.

“Saya berharap langkah Sumsel ini juga bisa ditiru provinsi lain, di mana kepala daerahnya memberi karpet merah untuk berdirinya BWM,” katanya.

Berdasarkan catatan otoritas, keberadaan BWM Aulia Cendekia menambah daftar BWM yang berada di Tanah Air dengan total menjadi 57 lembaga. Bahkan, Wimboh meyakini jumlah BWM bisa menyentuh hingga 100 unit pada tahun ini.

Adapun jumlah pembiayaan yang telah disalurkan 56 lembaga keuangan syariah mikro itu mencapai Rp36,56 miliar. Sementara jumlah penerima pinjaman mencapai 27.327 nasabah yang tersebar di berbagai daerah.

Turut hadir dalam acara ini, anggota DPR RI Bertu Merlas, ST, dan Fauzi H. Amro, M. Si. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here