Home Headline News Tak Mau Kecolongan Virus Corona, KKP Palembang Periksa Penumpang hingga Pilot

Tak Mau Kecolongan Virus Corona, KKP Palembang Periksa Penumpang hingga Pilot

0

Pintu Masuk Bandara SMB II Dijaga Ketat

PALEMBANG, PE – Mewabahnya Virus Korona menggemparkan seluruh dunia, tidak terkecuali Kota Palembang. Tempat yang harus diperketat pengawasan pertama yakni Bandar Udara (Bandara) SMB II Palembang. Tidak hanya penumpang yang menjadi sasaran untuk pemeriksaan, crew termasuk Pilot ikut dilakukan scaning menggunakan thermometer digital.

Menurut dr Fenty Wardha,  Kasi Karantina Surveilance Epidemiologi (KSE) kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palembang,  pemeriksaan ini memang rutin,  namun semenjak adanya virus Korona pihaknya meningkatkan kewaspadaan.

Dia menambahkan, KKP Palembang bertugas menjaga pintu masuk, untuk mengantisipasi terjangkitnya virus Korona. “Memang tidak ada pesawat langsung dari Cina,  tetapi hari ini ada pesawat Scoot dari Singapura. Tetapi karena ini sudah menjadi kewaspadaan, jadi harus diwaspadai, terutama penumpang yang melakukan perjalanan ke Cina lebih kurang 14 hari,” ujarnya, Sabtu (1/2/2020).

Sejauh ini diakui dr Fenty, belum ada yang terindikasi. Namun kata dia, jika ditemukan penumpang yang mengarah pada tanda-tanda ke Virus Korona, maka pihaknya akan menyampaikan notifikasi (pemberitahuan) langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel untuk melakukan pemantauan kepada orang yang tanpa keluhan, tetapi pernah melakukan perjalanan ke Cina. Pihaknya juga meminta dinas terkait, untuk segera mengantisipasi.

“Apabila terindikasi maka kita rujuk ke rumah sakit, kita juga minta dinas untuk memantau apakah harus dilakukan tindakan sesuai apa hasil laboratorium yang didapatkan,” katanya. Fenty menjelaskan, pemeriksaan tidak dilakukan kepada penumpang saja, bahkan seluruh crew pesawat, bahkan pilot juga dilakukan pemeriksaan menggunakan termometer digital. Sedangkan untuk penumpang dilakukan pemeriksaam melalui thermo scaner, yakni pemeriksaan secara umum suhu tubuh saat penumpang ke pintu masuk.

Pada prinsipnya lanjut Fenty, KKP tetap akan melakukan pemeriksaan karantina dan diantar ke gedung isolasi, dirujuk ke RS dengan menggunakan ambulance karantina agar virus tidak menyebar dan sampai ke RS untuk diambil tindakan. Sambungnya, sejak 31 Desember pihaknya menerima edaran dari Kemenkes untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia menambahkan,  untuk ciri-ciri gejala yang mendukung kearah virus Korona ditandai dengan infeksi demam dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, batuk, pilek, dan sesak nafas.

Fenty mengimbau, kepada penumpang atau pelaku perjalanan di pintu masuk atau bandara secara kesadaran melapor kepada petugas. Jika baru melakukan perjalanan dari negara Cina di bawah 14 hari wajib melapor. Kemudian, kalau ada keluhan seperti demam, batuk, pilek dan sesak nafas, maka harus mengisi kartu kewaspadaan secara lengkap data, terutama nama alamat, no pasport, no telepon, serta tempat duduk di pesawat.

“Ini kita lakukan apabila ada keluhan serta riwayat perjalanan dari negara terjangkit (Cina) agar dapat terpantau, kalau ada penyakit yang dicurigai dapat segera terdeteksi dengan cepat, ” jelasnya.

Selain itu, kata dia, penumpang juga harus mengunakan alat pelindung diri seperti masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh hidung mulut dan mata serta meningkatkan daya tahan tubuh dan segera memeriksakan diri ke RS jika ada keluhan demam disertai sesak nafas, dengan membawa kartu kewaspadaannya saat tiba dari luar negeri. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here