Home Pendidikan Teknologi Nano Tekan Potensi Pencemaran

Teknologi Nano Tekan Potensi Pencemaran

0
Prof Dr Dra Poedji Loekitowati Hariani, MSi memberikan orasi ilmiah di Aula Gedung Serbaguna Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Jumat (29/11).

PALEMBANG.PE- Jumlah profesor di Universitas Sriwijaya bertambah lagi dengan dikukuhkannya Prof Dr Dra Poedji Loekitowati Hariani, MSi sebagai guru besar dalam bidang ilmu kimia di Aula Gedung Serbaguna Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), Jumat (29/11).

Dalam pengukuhannya, Prof Poedji menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Nanomagnetik: Tren Masa Depan dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan”.

Ia menyatakan, perkembangan industri yang pesat memang berdampak positif bagi perekonomian nasional. Tapi di sisi lain, perkembangan indsutri juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebab, pembangunan industri membutuhkan eksploitasi sumber daya alam, bahan-bahan kimia dan bahan lain yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan.

“Berbagai metode digunakan untuk mengurangi bahan pencemar sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang berkembang saat ini penggunaan nanomagnetik sebagai adsorben,” ujarnya di hadapan Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf dan civitas akademika Unsri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan Provinsi Sumsel Edward Candra, serta tamu undangan lain.

Dikatakan dia, nanomagnetik adalah material berukuran nano yang bersifat magnetik. Sifat kemagnetan bahan dikelompokkan menjadi empat golongan, diamagnetik, paramagnetik, feromagnetik, dan antiferomagnetik.

“Teknologi pengolahan limbah cair dengan menggunakan material nanomagnetik semakin berkembang saat ini. Keunggulan teknologi ini adalah pemisahan adsorben yang telah mengikat polutan dapat dilakukan dengan cepat dan tidak memerlukan penyaringan tetapi menggunakan magnet permanen,” tuturnya.

Selain itu, ia menuturkan, penggunaan nanomagnetik bersifat reusable atau bisa digunakan lagi sehingga dapat menjawab tantangan isu lingkungan saat ini.

Rektor Unsri Anis Saggaf berharap, setelah menjadi guru besar, Prof Poedji dapat berperan lebih aktif dan melakukan riset di bidang ilmu dan pengembangan Universitas Sriwijaya.

“Dengan telah dikukuhkannya Prof Dr Dra Poedji Loekitowati Hariani, MSi sebagai guru besar, maka jumlah guru besar di Universitas Sriwijaya bertambah menjadi 127 orang. Sedangkan yang aktif berjumlah 66 guru besar,” ucapnya.

Dikatakan dia, untuk menjadi guru besar, seseorang berpendidikan S3 harus mempublikasikan tulisannya di dunia internasional dengan mengumpulkan jumlah angka kredit kumulatif kum yang cukup.

“Tapi walaupun kumnya banyak, namun tidak ada publikasi, tidak bisa jadi guru besar,” tukasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here