Home Kriminal Tembak Penagih Utang Narkoba hingga Tewas, Dituntut 13 Tahun

Tembak Penagih Utang Narkoba hingga Tewas, Dituntut 13 Tahun

0
Terdakwa Suryadi alis Cong saat menjalani persidangan di PN Palembang.

PALEMBANG, PE- Lantaran tidak membayar utang narkotika jenis ektasi dan sempat ditusuk korban, membuat terdakwa Suryadi alis Cong gelap mata. Dia nekat menembak Usman dengan senpi rakitan hingga tewas.

Akibat perbuatanya, Suryadi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ita Royani SH dengan pidana penjara selama 13 tahun. Tuntutan diajukan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, (11/9).

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dikurangi terdakwa menjalani masa hukuman,” ujar JPU Ita Royani.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Bagus Irawan SH menunda jalanya persidangan hingga pekan depan, guna memberikan kesempatan bagi terdakwa melalui penasehat hukumnya untuk menyiapkan nota pledoi atau pembelaan pada persidangan selanjutnya.

Perbuatan terdakwa bermula Minggu , 28 April 2019 sekira jam 04.00 WIB di Jalan Teratai Putih Rt.29 Rw.10 (Kampung Baru) tepatnya didepan Cafe Star . Dimana, pada Kamis, 25 April 2019 korban Usman bertemu dengan terdakwa Suryadi als Cong Adi bin Ujang Cik dan korban Usman memberikan pil ekstasi logo Gasper sebanyak 40 butir kepada terdakwa untuk dijualkan dengan harga perbutirnya yaitu sebesar Rp250 ribu.

Kemudian, pada Jumat, 26 April 2019 sekira jam 07.00 WIB Suryadi menemui korban Usman dan terdakwa mau menyerahkan uang hasil penjualan pil ekstasi kepada korban Usman sebesar Rp 3 juta. Namun korban Usman tidak mau menerima uang yang diberikan/disetorkan oleh terdakwa tersebut, dengan alasan bahwa uang setoran terdakwa tersebut tidak sesuai atau tidak klop dengan jumlah pil ekstasi yang telah diberikan oleh korban kepada terdakwa.

Karena menurut korban seharusnya terdakwa menyetorkan uang hasil penjualan pil ekstasi tersebut sebesar Rp 10 juta, dan pil ekstasi tersebut telah terdakwa jualkan kepada pembeli dan ternyata menurut pembeli pil ekstasi yang diberikan oleh korban tersebut tidak asli alias palsu atau oplosan sehingga terdakwa hanya menyetorkan sebesar Rp 3 juta.

Baca Juga  Kurir Sabu-sabu Terancam Penjara Seumur Hidup

Lalu, pada hari Minggunya tiba-tiba datang korban Usman menemui terdakwa, dan korban menanyakan uang pembayaran pil ekstasi yang diberikannya kepada terdakwa. Namun tiba-tiba korban langsung menusuk korban dengan menggunakan pisau dan mengenai belikat sebelah kiri terdakwa, kemudian korban mau menusukan pisaunya lagi kepada terdakwa dan korban langsung ditarik oleh salah satu pengunjung, sehingga terdakwa langsung lari untuk menyelamatkan diri.

Melihat terdakwa melarikan diri, korban Usman terus mengejar terdakwa, sehingga terdakwa lari dan masuk kedalam rumah dan terdakwa melihat ada senjata api. Terdakwa lalu menembakan senjata api tersebut kearah kaki korban sebanyak satu kali, akan tetapi tidak mengenai kaki korban. Karena korban tetap mengejarnya, terdakwa menembakkan kembali senjata api tersebut kearah korban dan mengenai leher korban, dan terdakwa lihat korban sudah jatuh ke tanah dan terkapar. Terdakwa langsung pergi meninggal korban ke rumah sakit Pertamina untuk berobat, karena terdakwa juga mengalami luka. Sementara karena luka tembak yan dia dierita, korban meninggal dunia.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here