Home Kriminal Terdakwa Kredit Fiktif Dijerat Pasal Berlapis

Terdakwa Kredit Fiktif Dijerat Pasal Berlapis

0

10 Pegawai BSB Jadi Saksi, Termasuk Mantan Dirut

PALEMBANG, PE- Sidang perdana terhadap terdakwa Augustinus Judiarto (50) selaku Komisaris PT Gatramas Internusa (PTGI) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kls 1 A Khusus Palembang, Kamis (17/10).

Dalam dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa dugaan kasus tindak pidana kredit fiktif Bank Sumsel Babel (BSB) dengan kerugian negara Rp 13 Milyar, dijerat ddngan pasal subsider dan primer. Terdakwa dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Usai jaksa membacakan surat dakwaan, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti SH MH menunda persidangan dan kembali dilanjutkan 21 Oktober mendatang.

“Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan materi nota keberatan atau eksepsi dari penasehat hukum terdakwa,”ujar ketua majelis hakim, Erma Suharti SH MH.

Usai sidang Adi Purnama SH, salah satu tim JPU mengatakan, hari ini pihaknya menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa. Dimana, dakwaan terhadap terdakwa AG bersifat subsideritas yakni primer Pasal 2 dan subsider Pasal 3 dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup. Untuk perbuatan melawan hukum yang jelas dalam hal ini terdakwa ini tidak sekali dalam membobol bank. Namun, untuk lokus tempus masuk Sumsel hanya BSB. Tapi sebelumnya, terdakwa telah melakukan pembobolan terhadap bank lain, tapi tidak masuk wilayah Sumsel.

“Untuk saksi dalam perkara ini kita menghadirkan 25 sampai 30 saksi. 10 diantanya pegawai BSB, termasuk mantan Dirut BSB yakni M Aidil. Tapi untuk jadwalnya kita belum bisa pastikan, karena masih ada agenda eksepsi dari penasehat hukum terdakwa dan akan kita jawab,”jelasnya.

Sebelumnya, Augustinus ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan karena dianggap bertanggung jawab sebagai penerima fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sumsel Babel (BSB) sebesar Rp15 Milyar.

Dana tersebut disalurkan BSB, kepada PT Gatramas Internusa dan terdakwa sebagai Komisaris sekaligus pemegang saham serta Herry Gunawan (telah meninggal dunia) selaku Direktur PT Gatramas Internusa sekaligus pemegang saham.

Keduanya memberikan agunan yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya, mengajukan tahap pencairan yang tidak sesuai fakta progres pekerjaan yang sebenarnya. Dengan sengaja tidak membayarkan pokok hutang beserta bunganya dari fasilitas kredit yang diterima sehingga negara mengalami kerugian Rp13.961.400.000. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here