Home Headline News Ternyata Perampokan Toko Direkayasa Pembantu

Ternyata Perampokan Toko Direkayasa Pembantu

0
Eti Susanti, pembantu yang sempat mengaku bersama anak bosnya disekap dan diancam akan dibunuh perampok, yang belakangan diketahui hanyalah rekayasa.

PRABUMULIH.PE- Sempat membuat geger masyarakat Prabumulih, akhirnya kasus perampokan dan penyekapan yang terjadi di Toko Zahwa Textil terkuak. Dari hasil penyelidikan yang penuh kejanggalan dan keterangan berbelit-belit, diketahui hanya rekayasa.

Eti Susanti (30) yang merupakan pembantu rumah tangga sekaligus pengasuh anak majikannya, melakukan rekayasa dengan mengaku akan dibunuh sertai mulut, kaki, tangan dilakban oleh 2 perampok karena ingin mengambil uang majikannya. Pelaku warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur baru bekerja 1,5 bulan ini, ternyata banyak terlilit utang.

Setelah diintrograsi cukup lama dan pemeriksaan saksi dan TKP, Eti dihadapan penyidik Satreskrim Polres Prabumulih mengakui perbuatannya. Dirinya nekat berbuat konyol karena faktor ekonomi dan terlilit utang. Menurut Eti, aksi sinetronnya itu dilakukan ketika majikannya Lia Asmara pergi keluar beli susu. Lalu, ia mengambil uang yang di simpan dalam laci meja kasir senilai kurang lebih Rp10 juta.

Setelah uang diambil, dirinya melakukan adegan mengambil lakban warna coklat untuk melakban mulut serta kedua kaki dan tangannya. Selanjutnya ia merebahkan badannya di lantai dekat dapur yang ada di lantai dasar toko tersebut. Tidak lama kemudian, Lia majikannya usai menjemput anaknya sekolah datang membuka pintu toko dan melihat Eti dalam keadaan terikat. Lia pun histeris dan berteriak meminta tolong.Teriakan Lia pun membuat heboh warga sekitar, dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

“Ya pak itu hanya rekayasa bae. Aku terpaksa ngambil duit majikan karena terlilit utang, apalagi butuh buat bayar anak sekolah dan makan sehari hari. Aku khilaf saat liat majikan aku nyimpen duet di laci. Makanya tiba-tiba ada kepikiran ngambil duet itu. Aku bener-bener nyesel,” ungkapnya, Kamis (20/2/2020) malam.

Menanggapi hal itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH mengatakan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP dan pengakuan pelaku pihaknya telah curiga. Karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan dan keterangan yang berbelit-belit. Kecurigaan polisi makin menguat, setelah mendapati potongan lakban di dalam tong sampah serta sisa lakban yang disembunyikan di bawah kompor gas.

“Semalam setelah diperiksa pelaku mengakui hanya melakukan rekayasa perampokan. Eti itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan semalam langsung kita tahan. Terkait pemberitaan yang sudah heboh mau gimana lagi. Tapi Alhamdulilah kasus ini terbongkar,” pungkasnya. RAY

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here