Home Headline News Tiga Mahasiswa Dikabarkan Kritis, Puluhan Luka-luka

Tiga Mahasiswa Dikabarkan Kritis, Puluhan Luka-luka

0

PALEMBANG, PE – Sebanyak tiga mahasiswa dikabarkan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka, pasca bentrokan dengan petugas kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa penolakan RUU di kawasan Jalan Pom IX Gedung DPR Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (24/9/).

Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Ni’matul Hakiki yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, bentrokan tersebut dipicu ketika mobil komando hendak bergeser ke depan pagar halaman DPRD Provinsi Sumsel. Namun, ditolak oleh polisi, bahkan sopir mobil komando mengalami intimidasi.

“Mobil kami malah disuruh mundur sehingga membuat massa marah. Sehingga terjadi bentrokan,” ujarnya

Lanjutnya, tiga rekannya yang kini mengalami kondisi kritis di rawat di rumah sakit RK Charitas serta RS Muhammad Hoesin. Namun, ia belum mengetahui pasti ketiga rekannya tersebut mengalami luka apa.

“Yang saya dapatkan laporan, mereka bertiga kritis, terkena lemparan batu atau apa saya belum tahu,” jelasnya.

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi tersebut, membuat batu serta kayu yang ada dilokasi beterbangan. Mobil water canon, serta gas air mata pun terpaksa ditembakkan polisi untuk membubarkan massa. Bahkan, sebagian massa yang ikut demo sempat masuk ke dalam mall Palembang Icon saat dikejar oleh polisi karena diduga merupakan dalang kerusuhan.

Sementara usai menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD Sumsel, dikabarkan sebanyak 25 mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Palembang mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit RK Charitas untuk menjalani pengobatan, Selasa (24/9).

Para ahasiswa itu berasal dari berbagai Perguruan Tinggi. Dari Universitas Sriwijaya, beberapa mahasiswa yang mendapat perawatan ialah Agit Mundian, Reina, Hepsa, Nafela, Puspa, Feby, Erika, Ratna Sari, dan Rima.

Sedangkan dari PGRI ada Chandra, Selvi dan Dea. Putri, Elista, Iga dan Elsa Oktarina, yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang turut mengalami luka-luka.

Selain itu, Icha, Umita (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang), Anna, Saffa, Bella (Universitas Indo Global Mandiri), Tia, Ratna Sari (Universitas Bina Sriwijaya), Diman, dan Tasya (Politeknik Negeri Sriwijaya).

“Memang benar ada beberapa teman kami yang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan medis,” ujar Vinsu, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa di Sumatera Selatan berakhir ricuh, karena adanya keinginan ingin memasuki gedung DPRD. Massa mulai tak terkendali saat memaksa masuk ke gedung parlemen.

Dimana, massa bergerak mendekati gerbang gedung yang tertutup rapat oleh pagar dan dikawal ketat petugas keamanan. Gesekan antara massa dengan petugas pun tidak dapat terelakaan.

Bahkan, aksi anarkis terjadi ketika massa yang terpancing emosi melempari petugas dengan batu. Polisi terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun bukannya bubar, emosi massa malah makin terpancing. Setidaknya ada dua mahasiswa yang diduga sebagai provokasi kericuhan diamankan petugas.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa menyuarakan menolak Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Selain menolak RKUHP, mahasiswa juga menyampaikan penolakan Revisi Undang-undang KPK yang sudah disahkan DPR RI, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanian.

Termasuk kriminalisasi terhadap aktivitis di berbagai sektor dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here