Home Pilihan Redaksi Top 10 Pengalaman Paling Tidak Menyenangkan Selama Traveling

Top 10 Pengalaman Paling Tidak Menyenangkan Selama Traveling

0
Ekspresi Sulis Bae meringkuk kedinginan menunggu bus di sebuah terminal kecil di kota Shiraz, Iran dalam kondisi hujan lebat

Oleh Sulis Bae

BANYAK yang mengira kalau traveling keluar negeri itu melulu selalu tentang hal-hal yang asyik dan menyenangkan. Mungkin tidak salah juga, karena beda tipe perjalanan maka akan berbeda pula pengalaman yang bisa diharapkan bakal didapat.

Contoh paling simpel adalah traveling rame-rame dengan group tour, travel agent atau dengan teman satu geng tentu berbeda dengan pengalaman traveling sendirian. Perbedaan negara tujuan juga jadi salah satu faktor penting, traveling ke Jepang yang merupakan negara maju dimana semua hal sudah terorganisir dengan baik tentu saja akan berbeda dengan traveling ke India atau Laos, dimana banyak hal yang bisa saja terjadi diluar perencanaan kita.

Maka dari itu aku ingin membuat daftar yang mungkin tidak biasa ditulis, yaitu daftar tentang sepuluh pengalaman yang paling tidak menyenangkan yang pernah kualami berdasarkan pengalamanku pribadi traveling ke beberapa negara.

Walaupun aku sendiri belum bisa dianggap telah mengunjungi banyak negara, tapi paling tidak aku berharap daftar ini bisa memberikan gambaran yang lebih adil tentang situasi apa yang bisa saja terjadi di luar sana yang mungkin tidak akan muncul di timeline sosial media.

Sebelumnya daftar ini kususun berdasarkan tingkat kepanikan dan ketidaknyamanan yang kurasakan pada saat kejadian dalam skala 1-10, dimana 10 tentu saja adalah kondisi yang paling tidak menyenangkan. Okay, let’s begin the list!

1. Dikerjain supir tuk-tuk di kota Bangkok, ibukota Thailand
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 1

Hanya cerita biasa dan pasti juga akan sering dialami traveler-traveler lainnya kapan saja dan dimana saja. Biasanya menjadi momen perdana bagi traveler pemula ketika kita dikerjain oleh supir transportasi umum di negara yang notabene baru saja kita datangi dan tentu saja belum familiar dengan peraturan dan tarif yang berlaku umum sehingga alhasil kita jadi membayar lebih banyak daripada semestinya.

2. Ketinggalan pesawat karena salah berhitung waktu menuju bandara Changi, Singapura
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 2

Karena kelalaian menghitung waktu aman menuju bandara dan menganggap enteng antrian MRT Singapura pada saat jam sibuk mengakibatkan perjalanan yang harusnya hanya setengah jam merembet menjadi hampir dua jam. Hasilnya tiket promo ke Jakarta yang telah direbut dengan susah payah mesti hangus percuma dan terpaksa membeli tiket dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal dengan maskapai lain untuk bisa tetap pulang malam itu. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi ketinggalan pesawat!

3. Menunggu berjam-jam diluar penginapan murah dalam kondisi udara yang dingin dan berangin kencang karena pemilik penginapan belum bangun di kota Baku, ibukota Azerbaijan
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 2

Akibat kesalah-pahaman soal waktu check-in dan kondisi penginapan murah yang ternyata tidak memiliki pelayanan check-in 24 jam. Aku terkatung-katung berdiri putus-asa di luar gedung, menunggu pasrah selama lebih dari 3 jam dari pukul 5 subuh sampai jam 8 pagi sampai pemilik penginapan bangun dari mimpinya. Aku terduduk kedinginan di trotoar sambil berkali-kali memencet bel, berharap si pemilik akan bangun.

Semua itu dalam kondisi udara bertemperatur 3 derajat dan angin dingin kencang menerpa. Aku tidak mendapatkan tempat alternatif lain untuk menunggu, karena setelah mencoba berkeliling satu-dua blok, tidak ada satupun bangunan atau tempat usaha yang buka di area tersebut pada jam itu. Aku baru tahu kalau jam kerja dan buka usaha di Azerbaijan baru dimulai pada pukul 10 pagi, santai benar ya 🙂

4. Hampir keliru naik bus di Poipet, perbatasan darat Thailand- Kamboja
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 3

Akibat buru-buru menumpang bus setelah diseret paksa oleh calo sehingga tidak sempat melihat dan bertanya kepada petugas loket resmi apakah ini bus yang benar menuju Bangkok atau tidak. Apalagi setelah di cek melalui GPS, rute bus sama sekali tidak mengarah ke kota Bangkok.

Bertanya ke sopir dan kernet pun percuma karena terkendala bahasa. Akibatnya setelah pulang, tagihan seluler pasca bayar ketika itu jebol lebih dari 2 juta rupiah akibat saking paniknya mengecek rute menggunakan GPS dan lupa bahwa kuota data internasional sudah habis.

5. Kursi bus kelas eksekutif ditukar paksa ke minivan dengan kursi tembak tanpa sandaran untuk menjalani 10 jam perjalanan di jalan pegunungan di kota Vang Vieng, Laos
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 5

Aku menduga karena bus tidak terisi penuh, agen bus dengan curang memindahkan penumpang ke minivan yang jauh lebih kecil dengan kondisi kursi yang sangat tidak layak untuk perjalanan jarak jauh. Diperparah dengan kondisi jalan pegunungan yang buruk dan berkelok-kelok.

Sebenarnya praktek seperti ini cukup umum terjadi di negara-negara dunia ketiga dan berkembang. Di Indonesia pun hal seperti ini cukup jamak terjadi. Tetapi mengingat penderitaan terombang-ambing di jalan gunung yang buruk selama sepuluh jam lebih membuat pengalaman ini pantas untuk menempati tempat kelima dalam daftarku.

6. Paspor dilempar ke lantai oleh petugas imigrasi yang ketus dan rasis di bandara kota Tbilisi, ibukota Georgia
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 5

Diawali dengan kesialan mendapat giliran petugas imigrasi yang ketus, galak dan kelihatannya agak rasis kepada orang asia berdasarkan perlakuannya terhadap rombongan turis Cina sebelumku. Si petugas mengabaikan lembar eVisa yang kusodorkan dan berlagak tidak tahu ada negara bernama Indonesia dan bertanya dimana letaknya. Digiring ke ruangan terpisah selama setengah jam, dicek paspor dan seluruh dokumen perjalan lainnya.

Seluruh lembar paspor dibolak-balik dibawah lampu ultra violet. Setelah tidak menemukan ada hal yang salah dengan eVisa dan kelengkapan dokumenku, dengan wajah sangat terpaksa, akhirnya si petugas jutek dengan berat hati mengecap pasporku walaupun tetap diakhiri dengan melemparnya begitu saja ke lantai. Hal ini cukup merusak mood ku yang baru saja menginjakkan kaki di negeri baru ini dan membuatku agak murung dan homesick seharian.

7. Terjebak hujan yang sangat lebat dan kelaparan di sudut Taman Nasional di pelosok pengunungan di Propinsi Sichuan, Cina Barat
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 6

Kondisi dimana aku meringkuk kedinginan dan kelaparan padahal hari mulai gelap dan bus yang kutunggu-tunggu sudah dua jam tidak muncul-muncul. Kondisi halte yang sepi dan dikelilingi hutan lebat plus tidak ada penumpang lain yang menunggu selain aku. Di tambah lagi perutku yang keroncongan karena aku sama sekali belum makan apa-apa dari pagi kecuali tiga butir kurma kering yang kumakan sebagai makan siang.

8. Kehilangan uang di kota Manila, ibukota Filipina.
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 7

Aku hampir saja menjadi gelandangan di negeri orang plus terancam tidak bisa pulang karena tidak memiliki cadangan uang sama sekali untuk menginap semalam dan untuk ongkos pergi ke bandara esok paginya. Situasi cukup membuat putus asa dimana solusi terakhir yang sempat terpikirkan waktu itu adalah melapor ke Kedutaan Besar Indonesia di Manila untuk minta dibantu pulang.

9. Berbagi taksi dengan orang yang baru kutemui di bandara di kota Guangzhou, Cina Selatan
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 8

Waktu itu sudah lewat tengah malam ketika mendadak sang taksi tiba-tiba menaikkan penumpang di tepi jalan dengan sengaja dan lucunya ketiga orang ini kelihatannya sudah saling mengenal satu sama lain dan saling memberi kode. Apalagi ditambah berita tentang kejahatan pembiusan dan penjualan organ tubuh di Cina sedang marak-maraknya ketika itu.

Dan pemenangnya adalah…..

10. Ditodong pistol di kota Kerman, Iran tengah
Skor Kepanikan dan Ketidaknyamanan: 10!

Aku sedang berteduh dibawah toko yang tutup dan jalanan yang sepi karena pada waktu yang sama adalah jam tidur siang bagi sebagian orang Iran. sekonyong-konyong, sebuah mobil berhenti dan si sopir membentakku, mengaku tentara dan melemparkan sederet tuduhan tidak masuk akal kalau aku adalah pengedar narkoba.

Aku ditodong pistol dan diancam untuk masuk ke mobil dan akan dirampas paspornya. Salah mengambil keputusan sedikit saja, aku bisa berakhir menjadi korban penculikan, dijual organnya atau lebih buruk lagi, pulang tinggal nama. Pengalaman paling menyeramkan dan menegangkan seumur hidupku.

***

Well, Itulah 10 pengalaman paling tidak menyenangkan selama aku berkesempatan mengunjungi beberapa negara dalam rentang waktu yang cukup panjang. Walaupun tidak banyak tetapi semoga bisa menambah wawasan dan bisa meningkatkan kewaspadaan untuk kita semua. Shit do happen guys, anytime, any places, but it should not stop us to see the world right.

Tabik!

Sulis Bae
Kontributor palpres.com, backpacker asal Palembang yang meluapkan rasa cintanya terhadap karya agung ciptaan Allah SWT dengan cara berbeda, yakni mengikuti kemana kaki melangkah.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here