Home Headline News Tuntut Kepsek Diganti, Ratusan Pelajar Blokir Jalan dan Bakar Ban

Tuntut Kepsek Diganti, Ratusan Pelajar Blokir Jalan dan Bakar Ban

0

MURATARA, PE- Ratusan pelajar SMA Negeri Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar aksi demo ke jalan untuk menuntut Kepala Sekolah (Kepsek) diganti, Senin (14/10). Aksi tersebut diwarnai bakar bakar ban dan blokir jalan simpang Kecamatan Rawas Ulu .

Dalam aksinya, massa pelajar ini menyampaikan mosi tidak percaya kepada kepala sekolahnya, yang dianggap kurang tranparan dalam pengunaan dana-dana disekolah. Aksi demo ini merupakan kedua kalinya, dan dapat diredam turun langsung Wabub Muratara H Devi Suhartoni bersama unsur Tripika Kecamatan Rawas Ulu.

Seperti disampaikan salah satu siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, saat mediasi bersama pihak sekolah, komite bersama Wakil Bupati dan Perangkat Kecamatan Rawas Ulu, aksi demo yang mereka lakukan karena kebijakan sekolah dianggap tidak tranparan, khususnya dalam setiap kegiatan di sekolah dan melibatkan siswa.

Tuntutan para pelajar tersebut terkait Lomba Cerdas Cermat yang tidak jadi digelar, pengumpulan uang infak yang tidak jelas pengunaanya, penerapan aturan disiplin yang hanya berlaku kepada siswa tetapi tidak dengan Dewan Guru, lomba LCC Fisika tingkat Provinsi yang menumpang di asrama dengan sarapan pagi makan mie instan dengan uang saku dibagikan terakhir setelah pulang.

Selain itu, pihak sekolah tidak konsisten dengan kegiatan ekstrakurikuler, Usulan-usulan karena kegiatan OSIS tidak pernah mendapat tanggapan pihak sekolah, seentara SMK yang ada di Kecamatan Ulu dengan minim anggaran bisa membuat kegiatan OSIS.

Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni dalam mediasi tersebut, mengungkapkan, kejadian itu telah terjadi kedua kalinya dengan permasalahan yang sama terkait kepala sekolah yakni 2018 lalu. Menurut Wabup, karena masalah terulang, artinya marwah sekolah telah hilang. Karena managemen sekolah tidak berjalan, dan Dinas Provinsi harus segera turun untuk mengambil tindakan.

Sementara Camat Rawas Utara, Abdul Kadit membenarkan adanya aksi siswa SMAN Surulangun yang meminta mundur kepala sekolahnya, karena dianggap kurangnya singkron dan transparan dalam manajemen sekolah. “Kepada dinas terkait kiranya segera mengmbil tindakan cepat, jangan sampai menimbulkan masalah yang semakin besar,’’ ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, keputusan yang terlalu lama dalam penyelesainnya akan menimbulkan efek semakin meluas. “Tidak bisa dipungkiri itu murni keinginan siswa satu skolah, yang tidak suka dengan pimpinanya. Artinya hanya ada satu solusinya dengan menganti kepala sekolah, dan jangan sampai merambat hingga Wali Siswa yang berujuk rasa, “tegasnya.

Terpisah, Kepala SMAN Surulagun, Suheiriyah, M, Pd mengatakan, apa yang dilakukan anak-anak itu sudah melampaui batas karena mereka tidak mengetahui apa-apa saja yang ada di sekolah. Kalau mau menurut keuangan, kata dia, semuanya itu ada, tetapi sebagai siswa justru tidak wajar menuntut bahwa tidak dikasih ini atau itu.

“Ya, tidak wajarlah anak-anak tuntut tidak dikasih ini itu, karena kegiatan itu adalah kebijakan Provinsi, kok juga diprotes. Kegiatan Provinsi itu kebijakan Provinsi lah. Waktu itu nginap sementara di Mess Muratara karena saat itu kita datang jam duaan. Selanjutnya mereka menginap di hotel, dan sejauh ini semua sudah dilakukan secara maksimal, sesuai Rencana Kerja dan juknisnya,” terangnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here