Home Headline News Utang SFC Masih Sisa Rp 60 Juta Lagi

Utang SFC Masih Sisa Rp 60 Juta Lagi

0

Sidang di PN Palembang

PALEMBANG, PE- Meskipun jajaran PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) sudah membayar tunggakan pemain musim lalu, namun ernyata belum lunas semuanya. Hal tersebut dikatakan Jennsen Silitonga SH dalam persidangan perdata yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (12/6).

Dikatakan pria yang menjabat sebagai salah satu Lawyer Asosiasi Pesepakbola Professional Indonesia (APPI), memang sudah ada pembayaran gaji pemain Sriwijaya FC. Namun dari 28 pemain, masih ada tiga pemain yang angkanya belum cocok.

“Marco Sandy,  Sandy Firmansyah dan Al Hadji untuk sisa pemain. Untuk ketiga pemain tersebut totalnya sekitar Rp 60 juta,”ujarnya.

Untuk itu lanjut Jannsen, sesuai dengan komitmen seluruh pemain seandainya masih ada satu pemain yang belum selesai maka mereka akan tetap melanjutkan hal ini. “Tapi kita berharap agar ini cepat selesai. Apalagi Sriwijaya FC merupakan salah satu tim besar, salah satu klub Liga Indonesia,”jelasnya.

Nantinya kata dia, sidang akan dilanjutkan tanggal 10 Juli, sedangkan SFC akan melakukan pertandingan perdana Liga 2 menjamu Perserang tanggal 23 Juni di Stadion GSJ. Sesuai petitum dalam gugatan, kata dia, kalau semua ini belum selesai maka Sriwijaya FC jangan dilibatkan di Liga 2.

“Tapi kita berharap agar ini bisa selesai sebelum tanggal 23 Juni, dan seandainya ini terwujud maka kita akan memberitahukan majelis hakim. Karena sudah ada perdamaian dan mencabut gugatan. Agar Sriwijaya FC bisa berkompetisi di Liga 2,”jelasnya.

Sementara itu, Faisyal Mursyid selaku yang diamantkan PT SOM menjelaskan, sidang ditunda karena tidak kehadiran tergugat. Hanya tergugat satu yang hadir, yaitu PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

“Dan yang ke-dua kita sudah sampaikan ke majelis hakim bahwa sudah ada upaya perdamaian antara penggugat dengan tergugat satu.  Upaya perdamaian itu sudah ada pembayaran dari SFC terhadap para mantan pemainnya. Sisa pemain yang belum terbayar dikarenakan masalah administrasi saja. Ada selisih saja karena kita bayar setengah gaji, tapi mereka minta satu bulan,”terangnya.

Lanjutnya, setiap yang dibayarkan ini harus diverifikasi dulu ke bagian keuangan. Kalau ada masalah perbedaan angka penghitungan verifikasi, itu yang akan diselesaikan, mudah-mujan  dalam satu dua hari ini.

“Sudah dibayar semua hanya ada dua orang yang tersisa. Tapi sudah dibayar, hanya ada sisa selisih penghitungan. Itu tadi, karena ada perbedaan angka penghitungan verifikasi. Tapi itu akan secepatnya kita selesaikan. Kita selaku tergugat akan melakukan upaya perdamaian dengan pengacara APPI, sehingga ini bisa secepatnya selesai,”tandasnya.

Sebelumnya, Rangga Pratama dan Berry Rahmada mewakili 28 pemain Sriwijaya FC (SFC), resmi melayangkan gugatan untuk Sriwijaya FC ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Kamis (25/4).

Gugatan yang dilayangkan adalah tuntutan agar SFC segera membayarkan gaji dan DP bagi 28 pemain di musim 2018 sebesar Rp 2,9 Miliar yang belum terselesaikan hingga kini. Pengajuan gugatan didampingi perwakilan Assosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Adapun empat pihak yang digugat yakni PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Badan Olahraga Profesional Indah (BOPI).

“Pemain sudah berusaha untuk bicara baik-baik dengan pihak manajemen. Tapi tidak kunjung menemukan titik temu. Hingga akhirnya mereka lapor ke APPI dan untuk itu kami melakukan pendamping guna mencari penyelesaian terhadap permasalahan ini,”kata Riza Hufaida SH, kuasa hukum APPI.

Hal lain yang semakin menambah kekecewaan para pemain SFC, lanjut dia, yakni SFC yang saat ini diketahui telah merekrut pemain baru. Bahkan informasi yang terdengar, bahwa pihak SFC juga sudah membayar DP bagi pemain baru tersebut.

“Tentu tindakan itu sangat melukai hati pemain lama yang belum terbayarkan haknya. Mestinya kewajiban dibayarkan dulu baru, kemudian merekrut pemain baru,”ujarnya.

Dikatakan Riza, pihak APPI sudah mengikuti SOP dalam penyelesaian tuntutan gaji pemain yang belum terbayarkan. Dimulai dengan membuat surat konfirmasi kepada klub, hingga akhirnya melayangkan tiga kali surat somasi. “Tapi semuanya tidak menemukan titik temu,”ungkapnya.

Di tengah somasi yang dilayangkan beberapa waktu lalu, sempat ada jawaban dari pihak SFC. Dalam jawaban itu, mereka mengakui memang ada kewajiban yang belum dibayarkan pada staf dan pemain.

Namun pada kesempatan itu mereka mengatakan bahwa kewajibannya baru akan dibayarkan, setelah menerima pembayaran subsidi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB).

“Atas konfirmasi itu kita sudah ketemu sama PT. LIB. Tapi mereka mengatakan aturannya tidak seperti itu, melainkan dana subsidi itu akan diberikan ketika klub tersebut sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Diantaranya selain laporan pajak juga laporan mengenai tidak adanya tunggakan gaji,” tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here