Home Headline News Viral Penemuan Kano Antik di Dasar Sungai Ogan Pemulutan, Kepala Disbudpar Sebut...

Viral Penemuan Kano Antik di Dasar Sungai Ogan Pemulutan, Kepala Disbudpar Sebut Ini Penemuan Spektakuler

0
Chandra Amprayadi Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa memegang sebilah kayu yang dijadikan dayung, bersama Kadisdikbud Sumsel Aufa Syahrizal bergotong-royong mengevakuasi perahu tsb.

PALEMBANG, PE – Setelah sempat disimpan di kediaman pribadinya usai ditemukan awal Januari 2020 lalu di kedalaman kurang lebih 26 meter Sungai Ogan, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), akhirnya badan perahu kayu jenis kano bersama dayung diserahkan Andi, warga Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring ke Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa, Senin (10/2). Kano antik yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu rencananya bakal dilakukan observasi oleh Balai Arkeologi Sumsel.

Pantauan Palpres.com, perahu dengan panjang sekitar tujuh meter ini memiliki lengkungan di bagian tengah dari sebatang pohon kayu yang besar. Untuk mengangkat perahu ini setidaknya membutuhkan 10 orang dewasa. Meski sempat terendam di dasar sungai dalam kurun waktu yang lama, badan perahu tetap terlihat masih bagus. Selain perahu, Andi juga pada awalnya menemukan dayung dengan ujung runcing. Permukaan dayung masih sangat halus dengan bagian tengah terlihat lebih lebar.

Aufa Syahrizal, Kepala Disbudpar Sumsel

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi SP MSC yang ikut menerima langsung serahan perahu dan dayung antik itu mengatakan, benda yang ditemukan warga ini memiliki nilai sejarah yang kuat. Dengan penemuan Perahu Kuno membuktikan jika masyarakat dulu sudah mengenal teknologi transportasi air menggunakan pohon.

“Kita belum bisa memperkirakan usia perahu ini, nanti kita akan bekerjasama dengan Balai Arkeologi Sumsel untuk menghitung usia perahu ini. Meski begitu, penemuan ini spektakuler. Terlebih mereka secara ikhlas menyerahkan benda sejarah ini kepada museum. Tujuannya tiada lain untuk memulihkan sejarah kepada generasi muda,” jelasnya.

Aufa meyakini, perahu ini memiliki usia tua karena bahan yang digunakan bukan berupa papan melainkan batang pohon. Jenis batang pohon sendiri dinilai hampir mirip dengan kayu unglen karena semakin lama terendam air, semakin kuat. “Untuk memastikan kita tunggu hasil observasi dari Balai Arkeologi Sumsel,” sebutnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here