Home Infrastruktur Wabup Sidak Layanan di RSUD Sekayu

Wabup Sidak Layanan di RSUD Sekayu

0
Wabup Muba Beni Hernedi melihat surat penghantar dari warga, yang berobat di RSUD Sekayu

SEKAYU,PE- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Muba, Beni Hernedi dengan melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sekayu, Senin (14/1). Sidak itu dilakukan, guna memastikan kesimpangsiuran informasi berobat di RSUD Sekayu yang tidak lagi menerima Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Ya, kedatangan saya ke RSUD Sekayu ingin memastikan kerisauan atau ketakutan di masyarakat,” kata Beni kepada awak media.

Contohnya saja, Beni mengutarakan ada warga Muba di rumah saja karena sakit dan tidak mau berobat ke RSUD Sekayu, sebab mereka khawatir tidak bisa diterima karena menggunakan KK dan KTP.

“Nah, itu tidaklah benar. Saat ini, warga itu saya bawa dan dilayani seperti biasanya dengan menggunakan KK dan KTP,” ucapnya.

Selain itu juga, perlu digaris bawahi, peran BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan maupun pelayanan kepada warga.

“Jangan salahkan kami juga (Pemkab,red), BPJS Kesehatan ikut sosialisasi. Lihat saja masih banyak warga belum masuk BPJS, padahal mereka ingin masuk BPJS,” cetusnya.

Beni juga menyoroti, terkait pelayanan yang masih terlihat mengantre hingga berjam-jam. Hanya, saja hal itu dikarenakan banyak warga berobat. Akan tetapi, diminta kendala itu dibenahi sebab RSUD harus terus meningkatkan pelayanan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Muba, Bayu Saputra menerangkan, terkait sosialisasi maupun pengetahuan masyarakat terhadap BPJS seharusnya melalui pihak rumah sakit juga bisa, karena saat ini masih pendataan KK dan KTP. Oleh karenanya, pihak rumah sakit bisa mengarahkan mereka ke peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Namun terkait pasien yang berobat di poli eksekutif, tentunya itu merupakan hak pasien itu sendiri. Karena, bila si pasien mau masuk BPJS tentu kepoli eksekutif harus ada surat penghantar dari Faskes I. Nah, apakah warga itu mau melalui prosedur itu, “jelasnya.

Soal kurang sosialisasi, Bayu menampik hal tersebut, dikatakannya, bahwa untuk secara mandiri pihaknya sudah melakukan secara langsung dengan terjun kedesa-desa untuk mensosialisasikan program pemerintah pusat ini.

“Kami sudah ke Kecamatan Tungkal Jaya dan memberikan pemahaman, tinggal lagi di Kecamatan Lais hanya menunggu waktu yang tetapi. Pihaknya terbuka, jadi kami sosialisasi secara mandiri,” tandasnya.SAF

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here