Home Pendidikan Warek I UIN Rafah Buka FGD Pembentukam Palembang Sebagai Pusat Kajian Manuskrip...

Warek I UIN Rafah Buka FGD Pembentukam Palembang Sebagai Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara, Begini Pesannya

0

PALEMBANG, PE – Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (Rafah) Palembang Dr. Ismail Sukardi, M.Ag membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pembentukan Palembang sebagai Pusat kajian manuskrip Keagamaan Nusantara, di Aula Fakultas Adab dan Humaniora lantai 3, Kamis (5/9).

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ismail Sukardi, M.Ag. mengapresiasi dan menyambut kegiatan ini, karena cocok dengan Distingsi UIN Rafah Palembang.

“Kegiatan seperti ini FGD, Seminar, Kajian, dll. memang sangat cocok dilakukan di UIN Raden Fatah Palembang, apalagi nantinya akan diwujudkan menjadi Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara.” terangnya.

Menurut Dr. Ismail Sukardi, sebagai Perguruan Tinggi yang menggunakan Distingsi Islam Melayu Nusantara, UIN Rafah telah melaksanakan kegiatan, antara lain; workshop Kurikukum MK Islam dan Peradaban Melayu, membentuk Melayu Islamic Civilization – Institute (MIC-I).

Kemudian, penerbitan Jurnal Melayu Studies, Pembuatan mata kuliah yang berkaitan “Islam dan Peradaban Melayu” sebagai mata kuliah wajib UIN Rafah di seluruh Fakultas dan Pascasarjana. Majelis Reboan (Kajian Naskah2 Melayu) di Pascasarjana, Membuka Program Doktor (S3) Prodi Peradaban Islam dengan konsentrasi Islam Melayu serta Melayu Corner.

“Harapan saya dan lembaga bahwa Naskah-naskah (manuskrip) terutama dari Palembang bisa dikumpulkan dan dikaji guna memperkaya Khazanah keilmuan Idi Palembang dan nusantara.” Harap Ismail.

Sementara itu, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UIN Rafah Palembang, Dr. Norhuda M.Ag., MA. bersyukur adanya FGD ini dan berharap FGD ini menjadi momentum untuk menjadikan Palembang sebagai Pusat kajian manuskrip Keagamaan Nusantara.

“Kita berharap dukungan pihak UIN Rafah terkait pengadaan ruangan agar ada tempat untuk memperkuat distingsi UIN Rafah sebagai Pusat Kajian Islam Melayu Nusantara, semoga nanti bisa dianggarkan untuk anggaran tahun depan,“ katanya sembari berterima kasih kepada Warek 1 yang telah hadir dan meresmikan kegiatan FGD serta Fasilitasi kegiatan oleh Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kementerian Pendidikan Agama RI.

Fasilitator (Staf) Puslitbang, Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kementerian Agama RI, Retno Kartini, M.Si. menjelaskan, bahwa rencana pembentukan “Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara (PKMKN)” lantaran selama ini banyak pihak dan lembaga yang sama mengurus manuskrip, namun bersifat parsial atau terpecah-pecah.

Diakuinya pembentukan pusat kajian ini agak terlambat dilakukan namun sudah ada persetujuan dari Menteri Agama RI yang berkeinginan segera dibentuk PKMKN, hal ini disuport staf ahli Menetri Agama RI, Dr. Oman Fathurahman.

“Sedangkan kehadiran negara terasa kurang ya, nah ini kita sedang perjuangkan untuk membentuk lembaganya, nanti akan ada struktur, dan program kerjanya. kita sosialisasi di 20 provinsi dan Palembang terakhir, nanti kita pantau, semoga Oktober ini lembaganya dapat dibentuk meski belum struktur resmi, struktur resminya kita ajukan 2020, kalau lolos, maka kehadiran negara itu nampaklah,” ujar Retno Kartini. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here