Home Headline News Warga Airsugihan Resah, Gedung Walet Jadi Incaran Maling

Warga Airsugihan Resah, Gedung Walet Jadi Incaran Maling

0
Aksi pencuri ketika beraksi di rumah Sentot, warga Jalur 25 Blok B, Airsugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang terekam kamera CCTV.

AIRSUGIHAN.PE- Warga Kecamatan Airsugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terutama warga yang memiliki Rumah Burung Walet (RBW), belakangan ini resah. Keresahan itu karena sudah beberapa kali RBW menjadi incaran para maling. Terhitung sejak setahun ini sudah 5 kali kebobolan, dan pelakunya sampai sekarang belum tertangkap.

RBW yang yang sering menjadi langganan maling adalah milik Tariyo, warga Jalur 25 blok C. Anehnya malingnya memahami kondisi RBW yang isinya cukup banyak. Hal itu karena RBW belum dilakukan panen. Diperkirakan sekali panen mencapai 8 kg sampai 10 kg atau kisaran harganya Rp 100 juta lebih. Hal ini terjadi tidak hanya sekali, tapi berkali- kali.

Menurut Tariyo, pihaknya sudah memasang kamera CCTV, tapi tidak bisa difungsikan kontrolnya melalui akses internet handphone maupun monitor jarak jauh.”Saya sudah memasang kamera CCTV, tapi memang nggak bisa untuk kontrol jarak jauh. Mungkin nanti saya fungsikan secara maksimal,” kata Tariyo.

Hal yang sama RBW milik Sentot, warga Jalur 25 blok B, juga diobok-obok maling. Ditempat Sentot ini, dua pelaku maling sempat tertangkap kamera secara lengkap dan durasinya cukup lama. Pelaku keluar masuk ruang dapur, ruang elektronik dan sempat minum di dapur. Bahkan berkali-kali maling menatap kamera CCTV, tanpa rasa takut wajahnya terekam. Dua pelaku hilir mudik mencari barang-barang berharga, sedangkan kawanan lainnya jaga-jaga diluar dapur.

Sedangkan RBW milik Rajikan, mantan Kepala Desa (Kades) Sukamulya, dibobol habis. Kondisi dalam RBW berantakan. Telur dan anak walet bertebaran disetiap lantai.

“Dua kali saya kebobolan, mas. Yang terbaru sebulan yang lalu saat kami mau umrah. Yang bikin saya miris adalah anak-anak walet berhamburan disetiap lantai. Semua anak walet saya kumpulkan sebaskom. Kasihan mau diapakan semua anak walet itu. Saya nggak bisa memeliharanya. Sedangkan sarangnya sudah habis semua,” ujar Rajikan.

Baca Juga  Pilkades Serentak, Dasino Menang Mutlak di Desa Sukamulya

T Junaidi, Ketua Pemerhati dan Pelestari Walet Indonesia (P2WI), yang juga wartawan senior, menyayangkan hal tersebut terjadi berulang-ulang. “Sebagai pemerhati dan pelestarian walet, saya sangat prihatin. Ini tidak hanya merugikan warga petani walet, tapi generasi walet habis saat itu juga. Bagaimana tidak, sarang dipanen secara membabi buta, telur dan anakan walet semua mati, tentu generasi dalam RBW tersebut habis. Populasi walet jelas bisa berkurang,” jelas T Junaidi.

Camat Airsugihan, Suradi, membenarkan adanya keluhan masyarakat tentang banyaknya maling yang sering menjarah rumah warga maupun RBW. Pihaknya sudah sering koordinasi dengan semua kepala desa Se Airsugihan agar selalu mendampingi warganya, setiap ada kejadian untuk melaporkan ke pihak kepolisian. “Saya sering bilang sama kades, warga sering bilang kebobolan, tapi nggak ada yang lapor. Kalau dia nggak berani lapor, ya didampingi atau menyuruh warganya melapor supaya pihak kepolisian tahu dan punya dasar untuk menindak,” ujar Suradi.

Hal yang sama dikatakan Kapolsek Airsugihan, Iptu Regan Kusumawardani, agar warga jangan takut untuk melapor setiap ada kejadian. “Kami dari kepolisian selalu siap melayani masyarakat. Tapi kadang-kadang masyarakat tidak pernah ada yang lapor. Mereka yang kebobolan hanya bercerita dari mulut ke mulut, jadi kami tidak memiliki dasar hukum untuk menindak siapa. Kami berharap warga proaktif ikutserta membantu polisi untuk meningkatkan kewaspadaan, dan memberi informasi. Dengan demikian anggota polisi bisa cepat mengungkap pelakunya,” tegas Regan. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here