Home Headline News Wisata Murah, Yuk ke Hainan

Wisata Murah, Yuk ke Hainan

0
Rombongan jurnalis Sematera Ekspres Group (Sumeks) dan Rakyat Bengkulu (RB) Group, foto bersama di Hainan,

KUNJUNGAN ke Negeri Ginseng tidak lengkap jika tidak mengunjungi kota Hainan. Di kota yang berjarak cukup jauh dari ibukota Repubik Rakyat China (Beijing) ini, memang sangat layak dikunjungi. Pastinya, wisatawan yang datang tidak hanya disuguhkan detinasi wisata lengkap. Mulai dari hiburan, kesehatan, teknologi dan kuliner.

Setidaknya dalam satu tahun, kunjungan wisata ke Hainan ini bisa mencapai sekitar 10 juta wisatawan baik lokal maupun internasional. Sebagai pusat kunjungan wisata baru, Hainan memang sedang bersolek.

Mau tahu apa aja destinasinya, ini dia laporan kunjungan para jurnalis Sematera Ekspres Group (Sumeks) dan Rakyat Bengkulu (RB) Group selama 5 hari di China.

Tri Nurwanto – HAINAN

SETELAH menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Jakarta, rombongan tour tiba di Hoiko (Ibukota Provinsi Hainan) pukul 01.00 dinihari waktu setempat, kami langsung diarahkan untuk istirahat di hotel. Cukup surprise, karena kamar hotel yang disiapkan cukup luas. Bahkan bisa buat tidur satu keluarga dengan empat anak.

Kondisi kamar yang nyaman, istirahat yang hanya 3 jam pun menjadi berkualitas. Tepat pukul 08.00 waktu Hoikou, usai sarapan rombongan langsung menuju ke kota tua (Qilou Arcade Old Street). Disini rombongan hanya sebentar untuk mengabadikan foto peninggalan masyarakat asli sebelumnya.

Kota tua ini sudah ada sejak 400 tahun lalu dan sebelumnya menjadi pusat kotanya Hoikou. Tapi sekarang menjadi salah satu destinasi wisata. Ya, sama seperti kota tua yang ada di Jakarta atau kawasan Sekanak kalau di Kota Palembang.

“Dulu pusat keramaian ada disini. Tapi sekarang sudah banyak yang pindah,” ujar Asiang, tour leader yang menemani kami selama perjalanan. Perjalanan dilanjutkan ke Desa Bali. Disini kita serasa di Bali. Suguhan budaya Cina dipadu dengan tradisi Bali, menjadikan lokasi ini destinasi wisata yang wajib dikunjungi dari pemerintah.

Begitu juga saat mengunjungi perkampungan suku asli Cina, Suku Miao dan Suku Yeyian Li. Oleh pemerintah setempat, keberadaan dua suku asli ini tetap dilestarikan. Dan juga menjadi salah satu objek wisata wajib yang harus dikunjungi peserta tour.

Usai keliling Kota Hoikuo, perjalanan dilanjutkan melalui tol ke Kota Sanya. Menariknya, selama perjalan walaupun melalui tol tapi tidak ada gerbang tol sama sekali. Siapapun yang melalui tol tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Dan selama dalam perjalanan, tidak ada kemacetan. Kendaraan yang melintas pun sangat tertip. Tidak banyak kendaraan yang mendahului dengan kecepatan tinggi, seperti di jalan tol di Indonesia pada umumnya.

“Rata-rata kecepatan maksimal di tol 80km/jam. Tidak boleh lebih karena semua jalan diawasi oleh kamera pengawas. Polisi disini tidak mau bertugas di jalanan,” tuturnya. Memang terlihat sepanjang perjalanan baik didalam maupun diluar kota tidak terlihat polisi atau petugas dipinggir jalan. Karena semua peran pengawasan sudah digantikan dengan ribuan kamera pengawas.

Tidak terasa perjalanan panjang selama 4 jam terbalas dengan menyaksikan pertunjukan Las Vegas Show. Disini pengunjung dihibur berbagai atraksi menarik. Penampilan dari para penari negara Rusia cukup memanjakan mata dan mengobati sedikit lelah perjalanan. Namun, karena penari yang tampil cukup seksi, sebagian peserta tour ada yang keluar tidak ikut menyaksikan pertunjukan.

“Sebenarnya pertujukan ini menarik. Ada atraksi-atraksi yang luar biasa dari pertunjukan yang ditampilkan. Walau memang kostum penampilan penari agak seksi, saya rasa ini juga yang menjadi minat banyaknya pengunjung,” tutur Iwan, GM Harian OKU sambil asyik menyaksikan pagelaran tarian Rusia. Memang, tampilan para penari seksi ini menjadi sorotan dan selalu mendapat tepuk tangan meriah.

Hari ketiga, rombongan mengunjungi Nanshan Buddhism Cultural Tourism Park. Tempat wisata dengan icon patung Dewi Kwan Im setinggi 108 meter. Hampir mirip dengan wisata Candi Borobudur, pengunjung yang datang harus rela berjalan cukup jauh menuju patung yang terletak di pinggir laut. Nanun, para pengunjung ditengah terik matahari pun terlihat tetap semangat untuk bisa dekat bahkan naik ke patung Dewi Kwan In.

“Kapan lagi. Biar panas dan jauh, tetap semangat lah. Belum tentu kita berkunjung kesini lagi. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bos Muslimin yang sudah mengizinkan kita semua untuk berangkat,” ujar Tri dari Harian Palembang Ekspres yang diaminkan oleh Kartubi dari Harian Radar Muko Muko. Setelah itu, rombongan ke pasar malam.

Hari keempat bersiap kembali ke Hoikou. Namun sebelumnya masih mengunjungi destinasi wisata wajib pengobatan tradisional Tingkok, dan dilanjukan ke Movie Town.

“Disini habis duit nggak masalah. Yang penting kita semua happy. Hainan memang menjadi surga belanja bagi pengunjung yang datang. Buktinya hampir semua peserta tour yang saya bawa selalu pulang dengan bagasi lebih banyak,” ujar Rosmiati, yang menjadi pendamping kami dari Nusa Tour and Travel Jakarta. Bukan tanpa bukti, surga belanja di Hainan memang menguras dompet peserta.

Ya… karena banyak yang kehabisan Yuan, tour leader menjadi bank pinjaman peserta. Soalnya kapan lagi mau belanja oleh oleh khas Hainan kalau bukan sekarang. Nah, jika ingin ikut tour murah tapi berkelas, Hubungi ibu Rose di nomor HP 081292969769 ***

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here